TRIBUN KALTIM – Tren memplester mulut saat tidur kini tengah menjamur di berbagai platform media sosial pada Jumat (16/1/26). Banyak konten kreator mengklaim metode ini ampuh membuat rahang lebih tirus dan memperbaiki struktur wajah secara alami.
Namun klaim manis tersebut rupanya tidak lebih dari sekadar mitos belaka yang menyesatkan. Para ahli medis memperingatkan masyarakat agar tidak mudah menelan mentah-mentah informasi kesehatan yang belum teruji di dunia maya.
Struktur wajah seseorang sejatinya ditentukan oleh faktor genetika dan susunan kerangka tulang yang kompleks. Menempelkan selotip di bibir sepanjang malam tidak akan mampu menggeser atau mengubah bentuk tulang rahang secara permanen.
Bahaya Fatal Mengintai
Alih-alih menjadi cantik tren ini justru menyimpan risiko kesehatan yang cukup serius. Penggunaan bahan perekat kimiawi pada area kulit bibir yang tipis dan sensitif dapat memicu iritasi parah hingga reaksi alergi.
Ancaman yang lebih mengerikan mengintai mereka yang memiliki gangguan pernapasan tersembunyi seperti hidung tersumbat. Menutup satu-satunya jalur napas alternatif saat tidur bisa berujung pada kondisi kekurangan oksigen atau mati lemas.
Konsultan Senior THT Vikas Agrawal menegaskan bahwa metode ini sama sekali tidak memiliki dasar ilmiah untuk tujuan estetika. Ia menyebut bahwa bentuk wajah tidak bisa dibentuk ulang hanya dengan perekat luar.
“Memplester mulut tidak akan mengubah struktur tulang wajah karena itu ditentukan oleh genetika jadi jangan tertipu oleh tren yang menyesatkan ini,” tegas Vikas Agrawal.






