TRIBUN KALTIM – Siapa sangka di balik wajah tampan yang kerap dipuja bak malaikat tersimpan dugaan siasat keuangan yang mengejutkan. Cha Eun Woo kini membuat penggemarnya terbelalak akibat terseret kasus dugaan penggelapan pajak dengan nilai fantastis.
Isu ini mencuat setelah otoritas pajak menemukan kejanggalan pada agensi yang dikelola oleh ibu sang artis. Perusahaan bernama The Annie itu diduga melakukan manuver licin dengan memindahkan kantornya ke lokasi yang tidak lazim.
Mereka memilih alamat sebuah restoran belut di kawasan Ganghwado sebagai markas operasional baru. Wilayah pinggiran ini diketahui memiliki kebijakan pajak yang lebih longgar dibandingkan pusat kota Seoul yang padat.
Pakar hukum menilai perpindahan ini bukan sekadar urusan ganti suasana kerja melainkan strategi matang untuk menghindari kewajiban negara. Perusahaan di lokasi tersebut bisa lepas dari audit eksternal ketat serta pajak akuisisi yang mencekik.
Langkah mengubah struktur perusahaan menjadi perseroan terbatas juga dinilai sebagai taktik untuk menyembunyikan catatan keuangan dari sorotan publik.
Perubahan ini menunjukkan upaya yang disengaja untuk menghindari audit eksternal oleh Layanan Pajak Nasional, ujar seorang pakar hukum, Jumat (23/1/26).
Siasat Licin di Kandang Belut
Fakta bahwa kantor agensi hiburan itu menumpang di alamat warung makan keluarga memicu kecurigaan mendalam. Otoritas pajak menduga The Annie hanyalah perusahaan cangkang yang tidak memiliki aktivitas bisnis nyata selain memutar uang.
Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi reputasi Cha Eun Woo yang selama ini dikenal bersih dan santun. Sang ‘Face Genius’ kini harus berhadapan dengan realitas hukum yang berpotensi menyeretnya ke deretan skandal selebritas papan atas.
Total pajak yang diduga tidak dibayarkan mencapai angka yang bikin geleng kepala yakni sekitar 20 miliar won. Jumlah ini muncul dari akumulasi pendapatan yang tidak dilaporkan dengan semestinya melalui skema pembagian yang rumit.
Akal-akalan Bagi Hasil
Audit menemukan bahwa pendapatan sang bintang dibagi ke tiga kantong berbeda yakni label Fantagio dan agensi pribadinya serta dirinya sendiri. Cara ini diduga kuat dipakai untuk menekan tarif pajak penghasilan pribadi yang seharusnya sangat tinggi.
Pihak berwenang menyimpulkan bahwa skema distribusi pendapatan ini adalah modus klasik untuk menghindari potongan pajak maksimal bagi orang kaya. Penyelidikan kini terus bergulir untuk membuktikan dugaan tersebut.
Cha Eun Woo mungkin telah menghindari pembayaran tarif pajak penghasilan pribadi sebesar 45 persen atas sebagian penghasilannya, ungkap Layanan Pajak Nasional.






