TRIBUN KALTIM – Tabir gelap di balik konflik internal ADOR dan NewJeans mulai tersibak dengan munculnya tuduhan konspirasi manipulasi pasar saham. Pihak mantan CEO Min Hee-jin mengklaim bahwa isu pembajakan anggota yang selama ini beredar hanyalah kedok semata.
Pengacara Kim Sun Woong dari firma hukum Jiam menggelar konferensi pers darurat di Seoul untuk meluruskan duduk perkara tersebut. Ia menyebutkan adanya keterlibatan keluarga salah satu anggota NewJeans yang bekerja sama dengan kekuatan luar demi keuntungan finansial.
Min Hee-jin sendiri tidak menampakkan batang hidungnya dalam acara penting tersebut karena alasan kesehatan mental. Ia dikabarkan mengalami guncangan hebat setelah mengetahui fakta bahwa orang tua anggota yang ia percayai justru menikamnya dari belakang.
Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa kliennya sama sekali tidak bertanggung jawab atas isu tampering atau upaya membawa lari grup. Narasi tersebut menurutnya sengaja diciptakan oleh operator saham untuk memanipulasi pasar dengan memanfaatkan nama besar NewJeans.
Bukti-bukti permulaan mengenai kolusi antara keluarga anggota dan pihak ketiga tersebut diklaim telah dikantongi tim hukum. Situasi ini membuat posisi Min Hee-jin dan para anggota grup sebenarnya sama-sama menjadi korban eksploitasi pihak tertentu.
Kim Sun Woong menjelaskan bahwa pihaknya terpaksa membuka fakta ini karena situasi hukum yang makin menyudutkan. Upaya manipulasi ini dinilai tidak hanya merusak reputasi Min Hee-jin tetapi juga menghancurkan masa depan grup itu sendiri.
“Kami bahkan menemukan bukti bahwa narasi tampering tentang Min Hee-jin yang membawa NewJeans pergi digunakan oleh kekuatan kolusi pasar saham untuk menguntungkan diri mereka sendiri, Rabu (28/1/26),” ujar Kim Sun Woong.
Danielle Jadi Korban Terberat
Dampak dari carut-marut konflik kepentingan ini memecah belah nasib kelima anggota NewJeans secara tragis. Tiga anggota yaitu Haerin, Hyein, dan Hanni diketahui telah kembali ke pangkuan agensi ADOR setelah gugatan mereka ditolak pengadilan.
Sementara itu Minji masih dalam tahap negosiasi alot dengan pihak manajemen terkait kelanjutan kontraknya. Namun nasib paling malang justru menimpa Danielle yang harus menghadapi konsekuensi hukum paling berat sendirian.
ADOR dilaporkan telah memutus kontrak eksklusif Danielle secara sepihak dan mendepaknya dari tim. Tidak berhenti di situ, agensi juga melayangkan gugatan perdata dengan nilai fantastis mencapai 43,1 miliar Won kepada sang artis.
Gugatan puluhan miliar tersebut tidak hanya ditujukan kepada Danielle seorang diri. Pihak agensi turut menyeret salah satu anggota keluarga Danielle serta Min Hee-jin sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas kerugian perusahaan.
Kim Sun Woong menutup konferensi pers dengan sinyal bahwa akan ada lebih banyak fakta mengejutkan yang akan diungkap. Ia berjanji akan membongkar peran pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di atas penderitaan artis dan penggemar.
“Di bawah keadaan ini kami tidak punya pilihan selain menyatakan setidaknya posisi minimal kami,” pungkas Kim Sun Woong.






