TRIBUN KALTIM – Strategi manajemen Fantagio dalam menangani krisis artisnya kini menjadi perbincangan hangat. Publik menyoroti perbedaan perlakuan agensi terhadap kasus pajak yang menimpa Cha Eun Woo dan Kim Seon Ho.
Kedua aktor papan atas ini sama-sama tersandung dugaan penggelapan pajak dengan modus serupa. Mereka diduga menggunakan perusahaan cangkang milik keluarga untuk menghindari tarif pajak penghasilan tinggi.
Namun langkah yang diambil agensi untuk melindungi kedua aset besarnya itu terlihat sangat bertolak belakang. Pada kasus Cha Eun Woo pihak manajemen cenderung pasif dan membiarkan isu bergulir tanpa bantahan keras.
Hal ini kemungkinan disebabkan karena proses audit pajak Cha Eun Woo telah rampung dilakukan. Sang aktor bahkan dilaporkan harus membayar denda susulan mencapai 20 miliar won akibat pelanggaran tersebut.
Situasi berbeda terjadi pada penanganan isu Kim Seon Ho. Fantagio langsung pasang badan dengan mengeluarkan bantahan agresif begitu rumor mencuat ke permukaan.
Strategi Penyelamatan Reputasi
Agensi bergerak cepat mengklarifikasi bahwa perusahaan pribadi Kim Seon Ho tidak memiliki motif ekonomi terselubung. Mereka berdalih entitas bisnis itu dibentuk khusus untuk mendukung kegiatan teater sang aktor.
Manajemen seolah ingin memutus mata rantai spekulasi yang menyamakan kasus Seon Ho dengan apa yang dialami Eun Woo. Perbedaan status kasus disinyalir menjadi alasan utama perbedaan respons tersebut.
Kasus Cha Eun Woo telah menjadi fakta hukum dengan adanya sanksi denda yang harus dibayar. Sementara kasus Kim Seon Ho masih berada di tahap tuduhan yang menurut agensi bisa dipatahkan.
Pihak Fantagio menegaskan bahwa perusahaan Kim Seon Ho saat ini justru sedang dalam proses likuidasi karena tidak aktif. Mereka menjamin tidak ada niat jahat untuk memanipulasi kewajiban negara.
“Perusahaan perseorangan itu didirikan untuk tujuan produksi teater dan tidak pernah didirikan dengan niat pengurangan atau penghindaran pajak yang disengaja,” tegas Fantagio, Rabu (4/2/26).






