TRIBUN KALTIM – Krisis besar menghantam grup K-pop THE BOYZ setelah sembilan anggotanya memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan One Hundred Label secara sepihak. Langkah hukum ini diambil para member karena agensi dianggap telah melanggar kesepakatan kontrak secara fatal.
Sembilan anggota grup tersebut merasa hubungan kerja mereka dengan pihak manajemen sudah tidak bisa dipertahankan lagi. “Kontrak eksklusif dengan One Hundred Label telah diputus sejak Februari lalu,” kata perwakilan hukum mereka, Kamis (19/3/26).
Keputusan berani ini melibatkan sembilan dari sebelas anggota grup yang merasa hak-hak mereka diabaikan. Para member tersebut adalah Sangyeon, Jacob, Younghoon, Hyunjae, Juyeon, Kevin, Q, Sunwoo, dan Eric.
Tim hukum dari Firma Hukum Yulchon telah ditunjuk untuk mengawal proses hukum terhadap agensi yang menaungi mereka. Gugatan ini merupakan respons atas berbagai masalah internal perusahaan yang merugikan para artis secara finansial.
Tunggakan Gaji dan Pemutusan Fasilitas
Fokus utama dari gugatan ini adalah masalah pembayaran upah yang sudah tidak berjalan selama berbulan-bulan. Para anggota THE BOYZ mengungkapkan bahwa mereka belum menerima bayaran sepeser pun untuk pekerjaan mereka sejak Juli 2025.
Selain penunggakan gaji artis, pihak manajemen juga dilaporkan gagal membayar upah para staf yang bekerja di belakang layar. “Banyak staf agensi yang juga belum menerima gaji mereka dalam waktu lama,” tulis laporan internal firma hukum tersebut.
Kondisi semakin parah setelah agensi mulai menghentikan berbagai fasilitas pendukung untuk operasional harian grup. Keadaan ini membuat para anggota kesulitan menjalankan aktivitas profesional mereka secara wajar.
Pihak member mengklaim bahwa akses terhadap ruang latihan hingga kendaraan operasional sudah tidak lagi diberikan oleh perusahaan. “Dukungan dasar seperti ruang latihan dan kendaraan telah diputus secara sepihak,” tegas pihak member.
Tanggapan Agensi dan Nasib Konser
Meskipun sembilan anggota telah menyatakan keluar, satu anggota bernama New memilih jalan berbeda dengan tetap bertahan di agensi. Situasi ini menciptakan perpecahan internal di tengah konflik hukum yang sedang berlangsung.
One Hundred Label sendiri menolak klaim pemutusan kontrak tersebut dan menganggap pernyataan para artis tidak memiliki dasar. CEO agensi tetap bersikeras bahwa status kontrak para anggota masih sah secara hukum.
Perselisihan ini juga membayangi rencana konser THE BOYZ yang dijadwalkan akan digelar pada April mendatang. Namun para anggota yang menggugat berjanji akan tetap tampil demi menepati janji kepada para penggemar.
Pihak manajemen menyatakan akan mengambil langkah balasan atas tuduhan yang dilemparkan oleh pihak member. “Kami menyatakan dengan jelas bahwa klaim mengenai berakhirnya kontrak eksklusif mereka tidak benar,” ujar manajemen.






