Badai di BPM Tiga Artis Besar Serentak Gugat Putus Kontrak Agensi

Muflihah

TRIBUN KALTIM – Industri hiburan Korea Selatan kembali diguncang oleh aksi nekat sejumlah artis papan atas yang bernaung di bawah Big Planet Made atau BPM. Tiga nama besar yakni grup idola VIVIZ bersama solois Lee Mujin dan rapper BE’O secara serentak mengajukan gugatan pemutusan kontrak eksklusif.

Langkah ini menandakan adanya krisis kepercayaan yang mendalam terhadap manajemen anak perusahaan One Hundred Label tersebut. Para artis telah mengirimkan dokumen resmi mengenai penghentian kerja sama mereka pada Kamis (19/3/26).

Pihak manajemen Big Planet Made membenarkan bahwa mereka telah menerima surat pemberitahuan dari ketiga artis tersebut. Namun perusahaan menyatakan bahwa proses hukum ini masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan yang bersifat mengikat secara hukum.

Gugatan massal ini terjadi hanya berselang singkat setelah grup THE BOYZ melakukan aksi serupa terhadap induk perusahaan yang sama. Fenomena ini memperkuat dugaan adanya masalah sistemik di dalam pengelolaan artis pada label milik Cha Ga-won tersebut.

Ketidakpastian Nasib VIVIZ dan Lee Mujin

Manajemen saat ini sedang menelaah poin-poin keberatan yang diajukan oleh para artis tersebut sebelum mengambil langkah balasan. Pihak BPM menegaskan bahwa status kontrak para musisi ini belum sepenuhnya berakhir secara otomatis.

Kabar ini tentu mengejutkan publik mengingat VIVIZ yang beranggotakan Eunha, SinB, dan Umji merupakan tulang punggung label tersebut. Begitu pula dengan Lee Mujin dan BE’O yang selama ini dikenal sebagai mesin pencetak lagu hit di berbagai tangga lagu.

Perusahaan meminta publik untuk tidak berspekulasi lebih jauh mengenai alasan di balik aksi mogok kerja dan gugatan kontrak ini. Manajemen mengklaim bahwa segala pembicaraan masih bersifat internal dan rahasia antara perusahaan dengan artis.

Upaya mediasi kabarnya sedang diupayakan agar operasional para artis tidak terhenti secara total di tengah perselisihan ini. “Kami telah menerima notifikasi pemutusan kontrak eksklusif dari VIVIZ, Lee Mujin, dan BE’O,” jelas perwakilan manajemen.

Kelanjutan Kerja Sama dengan Label

Meskipun notifikasi sudah dilayangkan, pihak Big Planet Made tetap bersikeras bahwa mereka masih memegang kendali atas jadwal kerja para artis. Mereka berdalih bahwa pengajuan pemutusan kontrak tidak berarti hubungan kerja langsung terputus hari itu juga.

Situasi di internal kantor pusat BPM dilaporkan sedang tegang karena harus menghadapi tekanan hukum dari banyak pihak sekaligus. Banyak pengamat menilai ini adalah tantangan terberat bagi eksistensi label tersebut sejak didirikan.

Manajemen berjanji akan memberikan pembaruan informasi jika sudah ada kesepakatan final dengan pihak pengacara para artis. Untuk saat ini semua jadwal promosi masih berada di bawah pengawasan ketat tim operasional perusahaan.

“Belum ada keputusan final yang diambil mengenai hal tersebut,” tutup pihak agensi.

Bagikan: