TRIBUN KALTIM – Nama Park Seo hwi kini menjadi perbincangan hangat setelah dirinya memutuskan untuk meninggalkan gemerlap dunia hiburan demi menjadi seorang shaman atau dukun di Korea Selatan. Keputusan besar ini terungkap melalui sebuah tayangan dokumenter yang memperlihatkan momen sakral saat dirinya menjalani ritual spiritual pada Jumat (3/4/26).
Isak tangis Park Seo hwi pecah saat ia harus menjalani prosesi Shin nae rim atau ritual penyambutan roh. Ia mengaku bahwa menjadi seorang praktisi spiritual merupakan sebuah takdir yang tidak pernah terlintas dalam benaknya selama ini.
Pergulatan Batin Melawan Penyakit Spiritual
Sebelum akhirnya menyerah pada takdir sebagai dukun Park Seo hwi sempat mengalami penderitaan batin yang hebat terkait kondisi kesehatan fisik dan mentalnya. Ia merasa seperti ada kekuatan besar yang terus mendorongnya untuk meninggalkan karier formal yang sudah ia bangun dengan susah payah.
Dalam kepercayaan masyarakat Korea kondisi ini dikenal sebagai penyakit spiritual yang hanya bisa disembuhkan jika penderitanya bersedia mengabdi pada dunia roh. Park Seo hwi akhirnya memilih jalan ini sebagai upaya terakhir untuk mencari ketenangan batin yang selama ini hilang dari hidupnya.
Meninggalkan Karier Cemerlang di Dunia Penyiaran
Publik mengenal Park Seo hwi sebagai sosok serba bisa yang mengawali kariernya sebagai anggota girlband sebelum akhirnya sukses menjadi seorang penyiar berita. Transformasi hidupnya yang sangat kontras ini memicu berbagai reaksi dari para penggemar yang terkejut melihat perubahannya.
Meskipun harus meninggalkan dunia yang membesarkan namanya ia meyakini bahwa tugas suci ini adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus diterima. Keikhlasannya menjalani peran baru sebagai penghubung dunia roh terlihat jelas melalui keteguhan hatinya saat ritual berlangsung.
“Saya mencoba menolak takdir ini berkali-kali namun rasa sakit itu terus kembali hingga saya tidak punya pilihan lain,” kata Park Seo hwi.
“Sekarang saya merasa lebih tenang setelah menerima identitas baru ini sebagai bagian dari perjalanan hidup saya,” ujar dia.






