Gara-gara Koreografi Ekstrem, Source Music Dihujat Lewat Karangan Bunga Duka

Muflihah

TRIBUN KALTIM Gedung agensi hiburan HYBE mendadak menjadi pusat perhatian publik, setelah deretan karangan bunga duka cita memenuhi trotoar di sekitarnya pada Jumat (22/5/26). Aksi protes tak biasa ini merupakan bentuk kemarahan para penggemar LE SSERAFIM, yang ditujukan langsung kepada manajemen Source Music.

Kemarahan massal ini meledak, menyusul pengumuman penghentian sementara seluruh aktivitas panggung Kim Chae Won. Massa pendukung menuding pihak agensi telah bertindak sembrono, dengan memaksakan gerakan tarian berbahaya dan jadwal festival yang terlampau padat.

Pita yang menempel pada karangan bunga tersebut, memuat berbagai pesan tajam bernada sindiran. Mereka menantang para petinggi dan karyawan agensi, untuk merasakan sendiri gerakan memutar kepala yang dinilai sangat menyiksa itu.

“Semua karyawan Source Music harus mencoba melakukan headbanging sendiri,” tulis mereka.

Ancaman Cedera di Balik Tarian

Sumber kemarahan ini bermula dari koreografi lagu prarilis terbaru LE SSERAFIM, yang menuntut gerakan leher berintensitas tinggi dalam tempo cepat. Penonton sejak awal sudah menyuarakan kekhawatiran mereka, lantaran tarian tersebut terlihat menguras fisik hingga berisiko merusak postur tubuh.

Pihak Source Music sebelumnya hanya mengumumkan bahwa artis asuhannya sedang menjalani perawatan medis, akibat mengalami nyeri pada bagian leher. Namun perusahaan tersebut enggan membeberkan diagnosis spesifik, yang akhirnya memicu gelombang kritik di berbagai forum internet.

Penggemar merasa sangat kecewa dengan ambisi agensi, yang terus mengirim para anggota ke berbagai acara tanpa memikirkan waktu istirahat yang cukup. Mereka berpendapat bahwa standar industri hiburan saat ini sudah terlalu ekstrem, hingga rela mengabaikan kondisi fisik para penyanyi idola.

“Kesehatan idola sedang dikorbankan demi persaingan performa,” tegas mereka.

Bagikan: