TRIBUN KALTIM – Perusahaan hiburan EgoENT yang menaungi grup pendatang baru VVUP kini tengah dilanda prahara finansial yang sangat pelik. Masalah internal tersebut mencuat ke publik setelah para pekerja industri kreatif melayangkan gugatan hukum secara massal.
Pihak manajemen diduga kuat tidak membayar upah jasa para kru produksi dengan akumulasi kerugian mencapai belasan miliar rupiah. Tuntutan hukum tersebut ditujukan kepada lembaga agensi serta sang direktur utama yang diidentifikasi sebagai Kim.
Kekecewaan Para Pekerja Kreatif
Koreografer berinisial D menuturkan kekesalan para kru yang sangat memuncak ketika melihat manajemen menghadiri acara penghargaan mewah di Jepang. Dirinya menegaskan bahwa rasa amarah para staf akibat perlakuan tersebut sudah sangat besar.
“Tidak tergambarkan,” kata D Minggu (31/5/26).
Selain masalah koreografi, kerugian finansial yang signifikan juga dirasakan oleh produser video musik berinisial E. Pihak agensi dikabarkan belum mengganti biaya produksi luar negeri sebesar ratusan juta won yang sempat ditalangi menggunakan dana pribadi.
Beban utang perusahaan makin menumpuk seiring munculnya tuntutan dari penata busana berinisial B terkait pembelian kostum panggung. Para pekerja sempat berupaya membekukan aset keuangan perusahaan namun rencana tersebut kandas karena saldo rekening bank agensi ternyata kosong.
Upaya Penyelesaian Lewat Jalur Hukum
Manajemen perusahaan sebenarnya telah berupaya untuk menjalin komunikasi langsung guna menyelesaikan perselisihan pembayaran ini secara kekeluargaan. Namun ajakan negosiasi tersebut ditolak oleh pihak penggugat yang lebih memilih menyelesaikan perkara melalui perwakilan hukum.
Direktur utama menegaskan bahwa pihak manajemen akan bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh mekanisme persidangan yang berlaku. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam menyelesaikan sengketa hak keuangan para pekerja.
“Kami saat ini dalam proses menyelesaikan masalah ini melalui negosiasi hukum,” kata Kim.






