TRIBUN KALTIM – Mantan anggota grup idola NewJeans Danielle Marsh menghadiri sidang kedua melawan mantan agensinya ADOR pada Jumat (12/6/26). Perseteruan hukum di Pengadilan Distrik Pusat Seoul ini berpusat pada masalah aktivitas independen yang dilakukan sang artis.
Agensi menuduh sang idola telah melanggar kontrak eksklusif yang dinilai masih berlaku secara hukum. Tuduhan itu muncul karena Danielle menerima sejumlah pekerjaan seperti kolaborasi musik dan pemotretan tanpa persetujuan manajemen.
Pihak Danielle membantah keras seluruh tudingan pihak manajemen karena merasa kontrak telah dibatalkan secara legal. Oleh karena itu ia merasa berhak penuh atas keputusan kariernya sendiri di industri hiburan.
Taktik Kotor Matikan Karier
Kuasa hukum Danielle menyoroti nilai tuntutan ganti rugi sebesar hampir seratus miliar won yang diajukan oleh agensi. Mereka menilai angka raksasa itu dipasang dengan sengaja agar perusahaan hiburan lain ketakutan untuk merekrut kliennya.
Perwakilan hukum sang penyanyi menegaskan bahwa besaran tuntutan itu bukan untuk mencari keadilan. Hal itu murni taktik licik agensi untuk menghalangi jalan sang artis di masa depan.
“Tuntutan penalti sebesar seratus miliar won ini adalah niat jahat untuk memastikan tidak ada agensi lain yang mau bekerja sama,” tegas perwakilan hukumnya.
Keyakinan Status Bebas
Danielle secara pribadi menyampaikan bahwa proyek dengan band Amerika Serikat murni keputusannya sebagai individu bebas. Ia mengambil pekerjaan tersebut dengan berpegang teguh pada keyakinan bahwa dirinya sudah tidak lagi terikat oleh kontrak lama.
Langkah berani tersebut dilakukan semata karena dirinya menganggap kewajiban hukum terhadap agensi lama telah selesai.
“Saya mengambil langkah tersebut karena percaya bahwa pemutusan kontrak kerja dengan pihak agensi sebelumnya sudah sepenuhnya sah,” ucap Danielle.






