TRIBUN KALTIM – Gelaran olahraga sepak bola terbesar sejagat kini tidak lagi didominasi oleh deretan musisi asal negara Barat. Panggung hiburan kompetisi elit tersebut, secara perlahan, mulai dikuasai oleh para bintang pop Korea Selatan.
Pergeseran tren ini menandakan betapa masifnya pengaruh budaya Asia di kancah internasional. Publik dunia kini menaruh perhatian besar, khususnya pada aksi spektakuler para idola dari negeri ginseng tersebut.
Bukti nyata terlihat dari pencapaian Lisa yang sukses membuka kemeriahan turnamen tahun ini. Solois wanita berbakat itu mencetak sejarah baru, mendobrak batasan musisi Barat di upacara pembukaan.
Ia membawakan lagu tema turnamen dengan penuh energi dan kebanggaan yang luar biasa. Sang idola sangat mensyukuri kesempatan emas tersebut, karena berhasil menyatukan penggemar musik global.
“Penampilan ini menyatukan para penggemar dari seluruh dunia,” ujar Lisa pada Rabu (17/6/26).
Babak Baru Sejarah Hiburan
Dominasi budaya pop Korea ini sebenarnya adalah hasil dari perjalanan panjang yang sudah dirintis jauh sebelumnya. Kehadiran Jungkook pada perhelatan di Qatar, sukses menjadi tonggak penting keberhasilan musisi Asia saat ini.
Gelombang antusiasme tersebut terus membesar, hingga akhirnya melibatkan nama populer lain seperti Jihyo. Penyanyi berbakat ini turut menyumbangkan suaranya untuk kampanye resmi, membawa semangat sportivitas antarbangsa.
Sorotan utama dunia kini tertuju pada laga puncak yang akan digelar di MetLife Stadium. Grup musik pria fenomenal bersiap mengambil alih panggung utama pertunjukan paruh waktu.
Ketujuh pemuda tersebut dipastikan akan mencetak sejarah baru sekaligus melampaui rekor musisi Barat sebelumnya. Para pengamat secara khusus sepakat, fenomena ini membuktikan karya musisi Asia mampu menembus segala batasan.
“Musik mereka benar-benar menembus batas bahasa dan budaya,” ucap pengamat tersebut.






