TRIBUN KALTIM – Ketegangan antara grup KATSEYE dengan pihak manajemen semakin tercium publik setelah salah satu anggotanya melakukan aksi berani di media sosial. Megan kedapatan mengunggah ulang konten dari media luar yang menyinggung isu sensitif sebelum akhirnya menghapusnya secara mendadak, Selasa (24/2/26).
Unggahan tersebut berisi video dari The Cut yang menyertakan pesan apresiasi singkat dari sang idola. Namun pesan itu hanya bertahan beberapa menit sebelum hilang dari fitur cerita Instagram pribadinya.

Dugaan Pembungkaman Anggota
Aksi unggah dan hapus ini memicu spekulasi luas di kalangan penggemar mengenai adanya upaya pembungkaman oleh label. Fans meyakini para anggota tidak dapat berbicara bebas mengenai hiatusnya Manon karena terikat kontrak legal dan perjanjian kerahasiaan yang ketat.
Artikel yang dibagikan Megan tersebut secara spesifik mengulas perlakuan buruk terhadap anggota grup wanita kulit hitam di industri musik. Hal ini dianggap sebagai sinyal perlawanan diam-diam dari dalam grup terhadap kebijakan perusahaan yang dianggap tidak adil.
Situasi semakin memanas karena Manon sebelumnya sempat kedapatan menyukai beberapa unggahan yang membahas masalah perlakuan salah di agensi. Pola komunikasi terselubung ini menunjukkan adanya kegelisahan yang tidak tersampaikan secara langsung ke publik.
Desakan Boikot Label
Komunitas penggemar di media sosial mulai menyuarakan gerakan boikot terhadap label sebagai bentuk solidaritas untuk Manon. Mereka meminta publik tidak menyalahkan para anggota lain karena posisi mereka yang terjepit oleh aturan perusahaan.
Banyak pihak menilai keberanian Megan menjadi bukti bahwa hubungan antar anggota tetap kuat meski di tengah tekanan manajemen. Para penggemar kini mendesak transparansi dari pihak label mengenai alasan sebenarnya di balik hiatus panjang salah satu bakat mereka.
“Jika itu bukan pesan paling lantang yang menunjukkan tangan mereka sedang terikat kontrak, saya tidak tahu lagi harus menyebutnya apa,” ungkap salah satu akun penggemar di platform X.






