TRIBUN KALTIM – Gelombang kemarahan masyarakat Korea Selatan terhadap penayangan serial drama berlatar sejarah Perfect Crown kini kian meluas hingga berdampak pada produk komersialnya. Proyek layar kaca yang awalnya sangat dinantikan tersebut kini justru menuai kecaman hebat dari berbagai lapisan masyarakat.
Publik secara masif melayangkan hujatan terhadap peluncuran produk suvenir resmi berupa buku naskah eksklusif dari drama tersebut Minggu (17/5/2026). Produk yang awalnya dipuji karena memiliki desain yang sangat indah tersebut kini dianggap telah hancur nilainya setelah isi cerita dalam drama dinilai melecehkan sejarah bangsa.
Penggunaan Istilah Kontroversial yang Memicu Kemarahan
Sentimen negatif masyarakat bermula ketika penonton menemukan adanya kesalahan fatal dalam penggambaran ritual penting sebuah kerajaan kuno dalam salah satu adegan. Penulis skenario dinilai secara sengaja menggunakan istilah yang biasa dipakai untuk menggambarkan status sebuah negara taklukan yang inferior.
Hal tersebut langsung memicu kemarahan besar karena dianggap mendistorsi fakta sejarah dan merendahkan martabat kedaulatan negara di masa lampau. Akibat skandal sensitif ini para penggemar yang awalnya berniat mengoleksi buku naskah tersebut berbalik arah dan menyuarakan gerakan boikot massal.
Tuntutan Pembatalan Produksi Merchandise Eksklusif
Melihat situasi yang semakin memanas para calon pembeli kini mendesak pihak perusahaan penerbit untuk segera membatalkan proses pencetakan dan distribusi produk tersebut. Netizen menyatakan bahwa mereka tidak sudi menyimpan barang koleksi dari sebuah karya seni yang tidak menghormati sejarah leluhur mereka sendiri.
Tekanan publik yang begitu masif ini membuat pihak tim produksi kini berada dalam posisi yang sangat sulit terkait kelanjutan penjualan atribut promosi mereka. Komunitas pencinta sejarah menegaskan bahwa keindahan visual sebuah produk komersial sama sekali tidak berarti jika konten di dalamnya merusak identitas nasional bangsa.
“Kami tidak butuh suvenir indah dari sebuah drama yang telah menginjak-injak sejarah negara kami,” tegas seorang netizen dalam forum diskusi daring.






