TRIBUN KALTIM – Film Avatar Fire and Ash akhirnya menyapa penonton bioskop dengan pendapatan debut domestik sebesar 88 juta dolar AS. Angka ini terbilang awal yang cukup baik meski menunjukkan penurunan signifikan dibanding sekuel sebelumnya pada 2022 lalu.
Sebagai perbandingan, Avatar The Way of Water mampu meraup 134 juta dolar AS pada pekan perdananya. Kini muncul pertanyaan besar mengenai nasib finansial film berbujet raksasa arahan James Cameron tersebut di tengah musim liburan akhir tahun ini. Senin (22/12/2025).
Namun sorotan tajam justru tidak hanya tertuju pada penurunan performa Avatar di tangga box office. Sebuah film indie berjudul Marty Supreme yang dibintangi Timothee Chalamet mencuri perhatian dengan rekor pendapatan per layar yang fantastis.
Rekor Layar Terbatas
Marty Supreme yang dirilis terbatas oleh A24 berhasil menembus 10 besar hanya dengan tayang di enam layar bioskop. Film drama komedi pingpong ini meraup pendapatan rata-rata 145.933 dolar AS per bioskop.
Angka tersebut menjadi rata-rata pendapatan per layar tertinggi sepanjang tahun ini. Capaian ini bahkan menjadi yang tertinggi sejak fenomena La La Land pada tahun 2016 silam menurut data A24.
Kesuksesan ini tidak lepas dari tur pers Timothee Chalamet yang luar biasa dan pemutaran format 70mm yang tiketnya terjual habis. Film yang disutradarai Josh Safdie ini mengisahkan perjalanan fiksi juara tenis meja Marty Mauser.
Kejutan Film Religi
Selain fenomena film Chalamet, kejutan lain datang dari film animasi musikal religi berjudul David. Film produksi Angel Studios ini secara mengejutkan mengamankan posisi kedua di bawah Avatar Fire and Ash.
David berhasil mengumpulkan 22 juta dolar AS dari 3.118 layar dan mengalahkan film thriller psikologis The Housemaid serta film SpongeBob terbaru. Angka ini menjadi debut tiga hari terbaik bagi Angel Studios dan melampaui capaian film Sound of Freedom sebelumnya.
Sementara itu Avatar Fire and Ash memang dikenal bukan sebagai film yang meledak di pekan pertama. Waralaba ini memiliki sejarah unik dengan daya tahan tayang yang panjang di bioskop seperti dua film pendahulunya.
David A Gross yang menjalankan firma konsultasi film Franchise Entertainment Research memberikan pandangannya terkait pola unik film garapan James Cameron tersebut. Ia menyebut butuh waktu beberapa pekan untuk benar-benar menilai kesuksesan film ini.
“Pembukaan bukanlah inti dari film-film Avatar. Apa yang mereka lakukan setelah dibuka itulah yang menjadikan mereka film terbesar kedua dan ketiga sepanjang masa,” ujarnya.






