TRIBUN KALTIM – Langkah seorang pejabat manajemen HYBE yang mengikuti akun media sosial Danielle menuai sorotan tajam. Aksi digital ini dinilai tidak etis oleh komunitas penggemar mengingat situasi sensitif pasca pemutusan kontrak sang artis.
Peristiwa ini bermula tak lama setelah Danielle, mantan anggota NewJeans, meluncurkan akun Instagram pribadinya. Penggemar mendapati bahwa Manajer Pemasaran Senior HYBE Amerika turut menekan tombol ‘ikuti’ pada akun tersebut.
Sosok manajer tersebut diketahui bernaung di bawah divisi HYBE x Geffen yang mengelola grup global KATSEYE. Keterlibatan pihak manajemen dalam memantau akun pribadi mantan artisnya ini langsung memicu perdebatan hangat di media sosial.
Banyak penggemar menilai tindakan tersebut kurang pantas dilakukan di tengah hubungan yang masih dingin antara kedua belah pihak. Mereka menganggap agensi tidak peka terhadap atmosfer ketegangan yang masih dirasakan oleh basis penggemar.
Spekulasi Pengawasan
Alih-alih dianggap sebagai bentuk dukungan rekan seprofesi, aksi ini justru memunculkan spekulasi negatif. Penggemar menuding hal tersebut sebagai upaya pengawasan atau monitoring terhadap aktivitas digital Danielle yang kini berstatus bebas kontrak.
Narasi yang berkembang di kalangan warganet menuntut agar pihak konglomerasi hiburan tersebut memberikan ruang sepenuhnya bagi Danielle. Mereka menyuarakan kekecewaan karena sang idola seolah tidak bisa lepas dari bayang-bayang agensi lamanya.
Meski sebagian pihak berpendapat bahwa aktivitas media sosial karyawan bersifat pribadi, namun mayoritas penggemar tetap merasa hal ini melanggar batas kenyamanan. Komentar-komentar pedas pun bermunculan menanggapi situasi ini.
“Apakah mereka tidak tahu cara membaca situasi?” kritik salah satu warganet di media sosial menanggapi kejadian tersebut.






