TRIBUN KALTIM – Hubungan kemitraan antara SM Entertainment dan sub-unit EXO-CBX kini berada di titik nadir. Ketegangan ini memuncak setelah Pengadilan Distrik Timur Seoul mengabulkan permohonan sita jaminan atas aset pribadi ketiga anggotanya pada Rabu (11/02/26).
Baekhyun Chen dan Xiumin kini menghadapi situasi sulit karena properti dan rekening bank mereka telah dibekukan secara hukum. Nilai total aset yang menjadi objek sengketa tersebut diperkirakan mencapai 26 miliar Won atau setara 300 miliar Rupiah.
Eskalasi Konflik Kontrak
Langkah drastis ini diambil manajemen SM sebagai respons atas dugaan pelanggaran kontrak yang dilakukan artis di bawah label INB100 tersebut. Agensi raksasa itu mengklaim hak mereka atas sepuluh persen pendapatan aktivitas individu yang belum dibayarkan.
Gugatan perdata yang diajukan SM ini bertujuan untuk mengamankan pembayaran ganti rugi jika mereka memenangkan persidangan utama nanti. Tindakan ini dinilai perlu untuk mencegah kemungkinan pengalihan harta kekayaan selama proses hukum berjalan.
Antisipasi Penghilangan Aset
Pihak pengadilan menilai permohonan sita jaminan ini beralasan karena adanya kekhawatiran nyata mengenai potensi penyembunyian aset oleh para debitur. Tanpa langkah pencegahan ini eksekusi putusan pengadilan di masa depan bisa menjadi sia-sia.
“Kreditor perlu mengamankan aset debitur terlebih dahulu karena ada kekhawatiran properti tersebut akan dijual atau disembunyikan,” jelas pejabat pengadilan.






