TRIBUN KALTIM – Mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, baru saja memenangkan pertarungan hukum sengit melawan raksasa K-Pop, HYBE. Kemenangan senilai Rp 300 miliar ini bukan sekadar soal uang, melainkan legitimasi atas tuduhan lamanya bahwa ILLIT menjiplak NewJeans.
Keputusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Kamis (12/2/26) sontak memicu gelombang perbincangan di kalangan netizen Korea Selatan. Di berbagai forum daring, publik kembali membedah daftar panjang kesamaan antara kedua grup tersebut. Mulai dari konsep gaya, palet warna, koreografi, hingga strategi promosi di papan iklan yang dinilai terlalu identik untuk disebut kebetulan.
Dalam putusannya, hakim secara gamblang menyoroti bagaimana materi perencanaan NewJeans sengaja digunakan oleh HYBE sebagai referensi untuk meracik ILLIT. Pengadilan juga mematahkan klaim HYBE yang sempat menyebut bahwa proposal pembentukan ILLIT sudah ada sejak Juli 2023. Faktanya, dokumen yang disebut sebagai bukti itu tidak pernah diserahkan ke meja persidangan.
Hal ini menjadi dasar kuat bagi pengadilan untuk membenarkan tindakan Min Hee Jin. Protes kerasnya terkait plagiarisme di masa lalu dinilai sebagai langkah wajar demi melindungi artisnya, bukan pelanggaran kontrak seperti yang dituduhkan HYBE.
Kemenangan mutlak ini langsung disambut riuh oleh pengguna internet. Mereka beramai-ramai melontarkan cibiran pedas terhadap HYBE dan ILLIT karena kemiripan yang ditunjukkan tidak bisa lagi disangkal.
“Mereka menyalin nama grup, menyalin perencanaan, lalu berkeliling menyerang orang lain,” ungkap seorang netizen di komunitas daring.
Kloningan Berujung Hujatan
Amarah warganet tidak berhenti pada isu plagiarisme saja. Sikap pihak ILLIT yang sebelumnya seolah berperan sebagai korban dan menuduh balik bahwa konsep tersebut adalah hal umum, kini menjadi bumerang. Setelah putusan pengadilan keluar, publik merasa HYBE dan artisnya harus menerima kenyataan pahit bahwa tuduhan menjiplak itu nyata.
Di media sosial, perbandingan berdampingan antara NewJeans dan ILLIT terus bermunculan. Meski ada yang mencoba membela dengan dalih tren industri, mayoritas sepakat bahwa kemiripan ini terlalu masif. Ironisnya, beberapa komentar justru menyebut hasil tiruan tersebut tidak lebih baik dari aslinya.






Lebih lanjut, kesaksian dari karyawan internal afiliasi HYBE di pengadilan juga semakin memperburuk situasi. Saksi menyebut bahwa video referensi NewJeans selalu diputar saat membahas koreografi ILLIT. Gerakan tari bahkan tidak akan disetujui jika tidak menyertakan elemen yang menyerupai referensi tersebut.
Fakta-fakta mencengangkan ini membuat publik semakin yakin untuk berpihak pada Min Hee Jin dan NewJeans.
“Mereka mengejek orang-orang dengan mengatakan bahwa itu adalah konsep yang sangat umum. Mengingkari hal ini (sekarang) tampak tidak tahu malu,” pungkas netizen lainnya.






