TRIBUN KALTIM – Dampak dugaan masalah pajak senilai 20 miliar won mulai merembet ke kontrak iklan Cha Eun Woo. Platform pendidikan Daesung Mimac memutuskan untuk menghapus wajah sang aktor dari seluruh media promosi mereka.
Langkah ini terlihat di kanal YouTube resmi merek tersebut yang kini bersih dari video kampanye sang bintang. Materi promosi di media sosial juga telah diturunkan menyusul kabar yang beredar luas itu.
Sensitivitas Angka Fantastis
Nominal 20 miliar KRW atau sekitar 13,8 juta USD menjadi sorotan utama dalam kasus ini. Besarnya angka tersebut membuat merek yang menyasar pelajar dan orang tua ini bertindak ekstra hati-hati.
Sektor pendidikan di Korea Selatan dikenal memiliki standar moral yang sangat kaku. Keterkaitan duta merek dengan isu finansial berskala besar dianggap dapat mengganggu kepercayaan konsumen.
Pemeriksaan pajak oleh Layanan Pajak Regional Seoul menemukan adanya selisih pelaporan pendapatan sang aktor. Hal ini berujung pada denda tambahan yang harus dibayarkan oleh pihak manajemen.
Klarifikasi Perbedaan Tafsir
Agensi Fantagio segera merespons situasi yang memanas ini dengan bantahan tegas. Mereka menyatakan tidak ada upaya penyembunyian pendapatan atau penggelapan pajak seperti yang dituduhkan.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa pembayaran denda tersebut murni karena perbedaan cara pandang terhadap aturan perpajakan. Mereka menegaskan kliennya selalu patuh dan kooperatif selama proses pemeriksaan.
Fantagio menyebut inti permasalahan hanyalah ketidaksamaan interpretasi antara perusahaan dan otoritas terkait.
“Ini adalah perbedaan pendapat mengenai apa yang termasuk pendapatan kena pajak,” ujar perwakilan Fantagio, Selasa (27/1/26).






