Keberadaan Ratusan Kamera Fansite di SBS Gayo Daejeon 2025 Picu Debat Netizen

Muflihah

TRIBUN KALTIM – Sebuah foto yang memperlihatkan lautan kamera lensa panjang dalam acara SBS Gayo Daejeon 2025 menjadi viral di media sosial. Pemandangan ratusan fansite master yang memenuhi area penonton pada Kamis (25/12/2025) tersebut memicu perdebatan sengit mengenai etika di lokasi konser.

Unggahan yang dibagikan melalui platform X itu telah disaksikan lebih dari 6,8 juta kali dan mendapat ratusan komentar dari komunitas daring. Banyak netizen merasa ngeri melihat kerumunan orang yang membawa peralatan kamera profesional dalam jumlah yang sangat masif di satu titik.

Perdebatan antara dedikasi dan gangguan

Beberapa netizen memberikan apresiasi terhadap kerja keras para pengelola fansite yang rela menghabiskan waktu liburan demi mengambil foto berkualitas tinggi. Mereka berpendapat bahwa hampir semua penggemar K-pop pernah menikmati konten gratis yang dihasilkan oleh para fansite tersebut.

Namun pendapat berbeda muncul dari netizen yang menganggap keberadaan mereka sangat mengganggu kenyamanan penonton lain di lokasi. Suara bising dari jepretan kamera yang terus menerus serta terhalangnya pandangan ke panggung menjadi keluhan utama yang disampaikan.

Dampak pada kenyamanan penonton dan artis

Sejumlah orang merasa frustrasi karena penonton biasa tidak bisa menikmati pertunjukan secara maksimal akibat tertutup lensa raksasa. Muncul pula kekhawatiran mengenai kondisi psikologis para idola yang harus tampil di bawah pengawasan ratusan lensa yang mengincar setiap gerak-gerik mereka.

Meskipun penggunaan kamera diizinkan dalam acara tersebut namun perilaku fansite master sering dianggap mengganggu jalannya pertunjukan. Hingga kini fenomena barisan lensa putih ini tetap menjadi isu sensitif yang membelah pendapat di kalangan penggemar musik Korea.

Bahkan ketika Anda memohon kepada mereka untuk berhenti mengambil foto dan menikmati pertunjukan para fotografer itu tetap mengabaikan Anda.

Ini bisa menjelaskan mengapa para idola sering mengalami serangan panik karena merasa diawasi oleh sekumpulan benda identik yang terlihat mengerikan.

Bagikan: