TRIBUN KALTIM – Permintaan maaf aktris sekaligus penyanyi IU atas polemik drama terbarunya rupanya belum mampu meredam amarah publik. Kesalahan sejarah dalam serial Perfect Crown justru memicu rentetan serangan siber yang mengarah pada pembunuhan karakter.
Publik Korea Selatan kini tidak lagi terfokus pada substansi naskah drama tersebut. Mereka justru beringas menggali kembali rekam jejak masa lalu sang artis sebagai amunisi untuk menjatuhkan reputasinya.
Skandal lagu lawasnya yang berjudul Zeze dari sedekade silam kembali menjadi perbincangan panas di jagat maya. Tembang yang dirilis pada akhir tahun 2015 itu dituding mengandung unsur pedofilia yang agresif secara seksual.
Banyak warganet yang kembali menyuarakan kekecewaan mereka atas karya kontroversial tersebut. Mereka dengan tegas menyatakan keengganan untuk menikmati seluruh karya sang penyanyi hingga detik ini.
“Sejak saat itu, saya belum mendengarkan musiknya,” tulis seorang warganet pada Rabu (20/5/26).
Toksisitas Budaya Batal
Di tengah badai hujatan yang membabi buta sejumlah penggemar setia berusaha keras membela sang idola. Mereka menilai kontroversi lagu tersebut sebenarnya merupakan cerminan trauma kelam sang artis saat merintis karier.
Lirik lagu itu dianggap sebagai metafora penderitaan sang artis yang kerap dieksploitasi pria dewasa di industri hiburan sejak remaja. Penggemar merasa miris melihat publik justru menggunakan karya berisi jeritan trauma itu untuk menghancurkan mental sang idola.
Pergeseran isu ini dinilai telah melampaui batas kewajaran dan sangat membahayakan keselamatan pelantun lagu tersebut. Para pendukungnya meyakini para pembenci hanya mencari pembenaran untuk melakukan tindakan kebencian yang tidak manusiawi.
“dan sekarang mereka mengirimkan ancaman pembunuhan,” ungkap seorang penggemar.






