Kronologi RM BTS Terseret Konflik Netizen Korea-SEA hingga Muncul Seruan Batal Konser

Muflihah

TRIBUN KALTIM – Nama pemimpin grup BTS yakni Kim Namjoon atau RM mendadak terseret dalam pusaran konflik panas antara warganet Korea Selatan dan Asia Tenggara. Ia menjadi sasaran ujaran kebencian bernada rasis meskipun tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan masalah yang sedang terjadi, Senin (16/02/26).

Perseteruan ini bermula dari perdebatan mengenai etika penonton dalam konser grup band DAY6 yang digelar di Malaysia beberapa waktu lalu. Ketegangan memuncak ketika penggemar Korea mengkritik perilaku penonton lokal yang kemudian memicu perang komentar di media sosial.

Pergeseran Isu ke Serangan Fisik

Situasi semakin tidak terkendali ketika amarah warganet meluas menjadi serangan personal yang tidak beralasan. Oknum-oknum tertentu mulai mengedit foto RM dengan konsep wajah hitam atau blackface sebagai senjata untuk menyerang kubu lawan dalam perdebatan tersebut.

Tindakan tidak terpuji ini memicu kemarahan besar dari para penggemar setia BTS atau ARMY di seluruh dunia. Mereka menilai bahwa menjadikan RM sebagai objek rasisme dalam pertengkaran antarwilayah adalah tindakan yang menjijikkan dan tidak manusiawi.

Desakan Boikot Indonesia

Kekhawatiran akan keselamatan sang idola membuat tagar penolakan konser di wilayah Asia Tenggara khususnya Indonesia menggema di platform X. Fans internasional mendesak agensi BigHit Music untuk mencoret negara-negara tersebut dari daftar kunjungan tur demi keamanan fisik RM.

Banyak penggemar menilai bahwa lingkungan siber dan fisik di wilayah tersebut sudah terlalu beracun dan berbahaya bagi artis idola mereka. Salah satu akun bahkan secara spesifik meminta agar RM tidak perlu datang jika hanya akan disakiti.

“Saya harap dia melewatkan Indonesia selama tur karena penduduk di negara itu sangat rasis dan kejam mereka mungkin akan menyakitinya secara fisik,” tulis salah seorang penggemar di media sosial X.

Bagikan: