TRIBUN KALTIM – Ancaman kesehatan global kembali menjadi sorotan setelah munculnya laporan kasus Hantavirus strain Andes yang mematikan. Virus ini dikenal sebagai salah satu patogen paling berbahaya karena kemampuannya memicu kegagalan organ pernapasan dalam waktu singkat pada Kamis (7/5/26).
Pakar kesehatan memperingatkan bahwa strain Andes memiliki profil risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan jenis Hantavirus lainnya. Tingkat fatalitas yang ekstrem menjadikan deteksi dini dan kewaspadaan publik sebagai kunci utama dalam mencegah penyebaran yang lebih luas di tengah masyarakat.
Tingkat Kematian Mencapai 40 Persen
Salah satu alasan mengapa virus ini begitu ditakuti adalah angka kematiannya yang sangat tinggi. Berdasarkan data klinis, sekitar 4 dari 10 orang yang terinfeksi Hantavirus strain Andes berakhir dengan kematian. Hal ini disebabkan oleh serangan cepat virus pada paru-paru yang menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
“Pasien sering kali mengalami penurunan kondisi yang sangat drastis hanya dalam hitungan hari setelah gejala pertama muncul,” ujar otoritas medis.
Keunikan Penularan Antarmanusia
Selain tingkat kematian yang tinggi, strain Andes memiliki karakteristik unik yang tidak ditemukan pada varian Hantavirus lain, yaitu kemampuan penularan dari manusia ke manusia. Jika biasanya Hantavirus hanya menyebar melalui kotoran hewan pengerat, strain ini dapat berpindah melalui kontak dekat antarindividu.
“Karakteristik penularan antarmanusia inilah yang membuat strain Andes memerlukan protokol isolasi yang jauh lebih ketat dibandingkan varian lainnya,” tutur dia.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan gejala awal yang mirip dengan flu, seperti demam tinggi, nyeri otot hebat, dan sakit kepala. Jika gejala tersebut disertai dengan sesak napas yang progresif, penanganan medis darurat harus segera dilakukan untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien.
“Keterlambatan dalam mendapatkan bantuan medis bisa berakibat fatal karena sifat virus ini yang sangat agresif,” tegasnya.






