TRIBUN KALTIM – Kubu Min Hee Jin tidak tinggal diam menghadapi serangan hukum yang dilancarkan ADOR. Mereka bersiap melakukan perlawanan terbuka melalui sebuah konferensi pers darurat.
Agenda penting ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu (28/1/26) di Korea Conference Center, Seoul. Forum ini menjadi panggung utama untuk menjawab tuduhan pembajakan artis yang dialamatkan kepada mereka.
Sosok Min Hee Jin dipastikan absen secara fisik dalam pertemuan krusial tersebut. Ia mempercayakan sepenuhnya penyampaian klarifikasi kepada tim kuasa hukum dari Firma Hukum Sejong.
Bantahan Isu Pembajakan
Langkah ini diambil menyusul gugatan perdata yang dilayangkan ADOR pada hari sebelumnya. Pihak label menuding adanya konspirasi untuk merebut hak pengelolaan grup NewJeans secara ilegal.
Tim hukum merasa perlu segera meluruskan narasi yang berkembang liar di publik. Tuduhan intervensi pihak luar atau tampering dinilai sangat merugikan reputasi klien mereka.
Fokus utama konferensi pers adalah membantah klaim bahwa Min Hee Jin dan mantan wakilnya bersekongkol dengan investor asing. ADOR sebelumnya menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kewajiban fidusia.
Gugatan Miliaran Won
Konflik internal ini semakin memanas dengan adanya tuntutan ganti rugi terhadap salah satu anggota grup. Danielle menghadapi gugatan senilai 10 miliar KRW karena dianggap melanggar kontrak eksklusif.
Situasi ini memicu spekulasi mengenai peran Min Hee Jin dalam keputusan para anggota. Pihak pengacara akan membedah posisi hukum kliennya dalam sengkarut kontrak tersebut.
Perwakilan hukum menegaskan bahwa tujuan utama acara besok adalah memberikan transparansi fakta versi mereka.
“Kami akan mengadakan konferensi pers darurat untuk meluruskan posisi kami terkait tuduhan tampering,” kata perwakilan firma hukum Sejong, Selasa (27/1/26).






