Publik Korea Boikot Total Drama Perfect Crown Akibat Distorsi Sejarah

Muflihah

TRIBUN KALTIM Kemarahan warga Korea Selatan terhadap drama televisi Perfect Crown semakin tidak terbendung. Publik kini melakukan boikot besar-besaran karena tayangan tersebut dinilai telah memanipulasi sejarah nasional.

Sebuah petisi yang mendesak penghapusan drama ini dari segala platform telah mendapat dukungan lebih dari 60 persen. Lebih dari 30 ribu orang telah menandatangani tuntutan tersebut di situs web resmi parlemen.

Masyarakat menilai serial fiksi ini justru merusak identitas bangsa karena banyak mengadaptasi gaya busana dan tradisi Tiongkok. Para penandatangan petisi menuntut agar seluruh tayangan segera diturunkan dan dilarang beredar secara permanen.

“Konten penyiaran harus memperkuat identitas nasional,” tegas pengunggah petisi pada Minggu (24/5/26).

Upaya Kru Produksi Ditolak Mentah

Puncak kemarahan publik terjadi setelah episode kesebelas memperlihatkan sang pangeran memakai mahkota negara pembayar upeti. Adegan penobatan itu juga diiringi nyanyian ritual yang identik dengan budaya istana kekaisaran Tiongkok kuno.

Tim produksi sebenarnya sudah panik dan mengeluarkan permintaan maaf secara resmi kepada publik. Mereka telah menyunting ulang adegan bermasalah itu dengan menghilangkan suara dan teks terjemahan di layanan siaran ulang.

Namun langkah perbaikan pascaproduksi itu dianggap sama sekali tidak cukup untuk mengobati sentimen nasionalisme warga yang telanjur terluka. Pihak stasiun televisi mengakui bahwa mereka memang sudah berupaya memotong bagian yang memicu kontroversi.

“Bagian dari episode tersebut telah diedit atau dihapus,” aku perwakilan Munhwa Broadcasting Corporation.

Bagikan: