Ramai Kritik Netizen Terkait Penggunaan Idiom Mandarin Choi Siwon Usai Sidang Yoon Suk Yeol

Muflihah

TRIBUN KALTIM Nama Choi Siwon dari grup Super Junior kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen Korea Selatan. Kamis (19/2/26), Siwon mengunggah pesan melalui Instagram Story yang diduga kuat berkaitan dengan vonis penjara seumur hidup bagi mantan Presiden Yoon Suk Yeol.

Mantan orang nomor satu di Korea Selatan itu dinyatakan bersalah atas kasus pengkhianatan negara setelah melumpuhkan aktivitas Majelis Nasional melalui deklarasi darurat militer. Sesaat setelah putusan pengadilan tersebut diketok, Siwon mengunggah idiom Mandarin yang memicu perdebatan luas.

Misteri Dibalik Idiom Mandarin

Awalnya Siwon menuliskan idiom Bul-Ga-Sa-Eui yang dapat diartikan sebagai sebuah misteri atau sesuatu yang tidak masuk akal. Unggahan tersebut sempat menghilang sebelum diganti dengan rangkaian delapan karakter Mandarin yang bermakna ketidakadilan akan membawa kehancuran institusi.

Publik menilai penggunaan kata-kata tersebut merupakan bentuk sindiran halus terhadap sistem hukum yang menjatuhkan hukuman berat kepada Yoon Suk Yeol. Netizen menyayangkan sikap sang idol yang dianggap tidak peka terhadap situasi politik negara yang sedang memanas.

“Banyak netizen mengkritik Choi Siwon karena secara eksplisit mengekspresikan pandangan politiknya sebagai tokoh publik yang berpengaruh,” tulis laporan media terkait reaksi publik tersebut.

Sorotan Jejak Politik Konservatif

Kecaman ini menambah panjang daftar kontroversi politik yang pernah menyeret nama pemeran drama tersebut. Pada tahun 2025 lalu, penggemar internasional juga sempat mengkritik Siwon karena memberikan penghormatan kepada tokoh sayap kanan Amerika Serikat.

Sikap Siwon yang kembali menunjukkan keberpihakan politiknya di tengah kasus makar negara ini memicu kemarahan publik yang lebih besar. Sebagian besar netizen kini mempertanyakan tanggung jawab sosial sang artis dalam menggunakan platform media sosial pribadinya.

“Beberapa orang lebih lanjut menuduhnya sebagai bagian dari kelompok sayap kanan,” ungkap laporan mengenai serangan netizen tersebut.

Bagikan: