TRIBUN KALTIM – Mantan kontestan Produce 101 Season 2 Seong Hyun Woo baru saja membagikan kisah memilukan yang hampir merenggut nyawanya. Ia menjadi korban penganiayaan brutal justru saat dirinya sedang berupaya melakukan aksi kemanusiaan di jalan raya. Selasa (3/3/26).
Kejadian berawal saat Hyun Woo mencoba menghentikan seorang teman yang bersikeras ingin mengemudikan mobil dalam kondisi mabuk berat. Ia sadar betul bahwa tindakan tersebut dapat memicu kecelakaan fatal yang mengancam nyawa banyak orang.
Niat tulus untuk menyelamatkan nyawa orang lain itu justru disambut dengan serangan fisik yang sangat kasar. Pelaku yang terpengaruh alkohol menyerang wajah Hyun Woo secara bertubi-tubi hingga menyebabkan luka-luka yang cukup permanen.
Laporan medis menunjukkan bahwa Hyun Woo mengalami patah tulang hidung dan kerusakan serius pada tulang rawan telinganya. Selain rasa sakit fisik ia juga mengaku sangat terpukul karena pelaku merupakan sosok yang sudah dianggapnya sebagai saudara.
Luka Fisik demi Keselamatan Publik
Aksi heroik ini menjadi pengingat betapa berbahayanya perilaku mengemudi mabuk bagi keamanan masyarakat umum. Meski menjadi korban kekerasan Hyun Woo tetap pada prinsipnya bahwa tindakan pencegahan tersebut sangat perlu dilakukan.
Setelah insiden tersebut pihak kepolisian sempat memproses laporan penganiayaan yang diajukan oleh sang idol. Namun melalui pertimbangan mendalam Hyun Woo akhirnya memilih untuk memaafkan pelaku dan tidak melanjutkan kasus ke ranah hukum.
Keputusan tersebut diambil setelah pelaku mengakui kesalahannya dan menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab. Publik pun memberikan dukungan moril kepada Hyun Woo yang dianggap telah menunjukkan integritas tinggi sebagai warga negara.
Meski kariernya di dunia hiburan penuh liku aksi beraninya kali ini justru menuai pujian dari banyak pihak. Baginya keselamatan orang lain jauh lebih berharga daripada luka fisik yang kini harus ia sembuhkan secara perlahan.
“Saya hanya ingin mencegah hal buruk terjadi pada malam itu meskipun saya sendiri yang harus terluka” tutur dia.






