TRIBUN KALTIM – Mantan personel grup K-Pop VIXX yaitu Ravi resmi menyelesaikan masa tugas pelayanan publiknya. Momentum ini ia manfaatkan untuk kembali menyampaikan permohonan maaf kepada publik Korea Selatan terkait skandal manipulasi dokumen medis pada Sabtu (28/03/26).
Ravi mengakui kesalahannya yang sempat memalsukan rekam medis epilepsi untuk menghindari tugas militer aktif. Ia menyadari bahwa tindakan tersebut telah mengecewakan banyak pihak termasuk para penggemar yang selama ini mendukung karier musiknya.
Penyesalan Mendalam Sang Idola
Sebelumnya Ravi sempat terjerat kasus hukum karena bekerja sama dengan calo untuk mendapatkan diagnosis kesehatan palsu. Hal tersebut dilakukan agar dirinya bisa bertugas sebagai petugas pelayanan publik alih-alih tentara aktif yang lebih berat.
Ravi menyatakan bahwa dirinya merasa sangat malu dan terus merenungkan perbuatannya selama menjalani masa tugas tersebut. Ia berharap permintaan maaf ini bisa menunjukkan keseriusannya dalam memperbaiki diri di masa depan.
“Saya dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang terluka oleh tindakan egois saya di masa lalu,” kata Ravi.
Masa Depan Karier Ravi
Skandal ini sebelumnya telah membuat Ravi memutuskan untuk keluar dari grup VIXX guna melindungi reputasi rekan-rekannya. Publik Korea Selatan dikenal sangat sensitif terhadap isu penghindaran wajib militer oleh figur publik atau selebritas.
Meskipun telah menyelesaikan kewajibannya sebagai pelayan publik namun belum ada kepastian mengenai kembalinya Ravi ke industri hiburan. Ia menegaskan akan terus hidup dengan rasa tanggung jawab atas kesalahan yang pernah ia perbuat sebelumnya.
“Saya akan menghabiskan sisa hidup saya dengan merenungkan kesalahan ini dan berusaha menjadi orang yang lebih baik,” ujar dia.






