Sisi Gelap Industri Kpop, Trainee di Bawah Umur Jadi Korban Seksual Bos Agensi

Muflihah

TRIBUN KALTIM – Sisi kelam industri hiburan Korea Selatan kembali terkuak melalui sebuah kasus lama yang mengerikan. Seorang CEO agensi hiburan berusia 48 tahun dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap gadis di bawah umur hingga hamil.

Peristiwa memilukan ini bermula ketika korban yang saat itu berusia 15 tahun bertemu pelaku di rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas. Sang CEO mendekatinya dengan iming-iming tawaran menjadi trainee idola.

Dengan dalih mengajak menonton pemutaran perdana film untuk mempelajari industri, pelaku berhasil membujuk korban. Namun alih-alih pelajaran berharga, gadis malang itu justru diperkosa untuk pertama kalinya di dalam mobil pelaku.

Berdasarkan bukti video yang ditemukan di perangkat tablet, kekerasan seksual tersebut terjadi saat korban masih mengenakan pakaian pasien rumah sakit. Fakta ini sekaligus mematahkan klaim pelaku yang menyebut hubungan terjadi berbulan-bulan setelah pertemuan awal.

Hamil dan Ketakutan

Nasib korban semakin tragis ketika ia menyadari dirinya mengandung akibat perbuatan bejat tersebut. Karena berasal dari keluarga kurang mampu dan takut, siswa berprestasi ini terpaksa melarikan diri ke rumah pelaku saat hendak melahirkan.

Setelah melahirkan ia memberanikan diri melapor ke pihak berwajib. Namun Mahkamah Agung Korea justru membebaskan pelaku dengan alasan adanya hubungan asmara yang didasarkan pada surat-surat yang dikirim korban.

Korban membantah keras anggapan tersebut dan mengaku menulis surat itu di bawah tekanan psikologis yang hebat. Ia diancam akan dimarahi habis-habisan jika tidak menuruti perintah pelaku untuk menulis surat layaknya kekasih.

Ketakutan korban semakin menjadi karena ia mengetahui pelaku memiliki catatan kriminal kekerasan di masa lalu. Kini ironi hukum semakin terasa karena hakim yang memvonis bebas predator tersebut menjabat posisi tertinggi di peradilan Korea Selatan.

“Dia (pelaku) menuntut saya menulis surat seolah-olah kami adalah sepasang kekasih. Jika saya tidak melakukannya, dia akan sangat marah,” ungkap korban.

Bagikan: