TRIBUN KALTIM – Rumah produksi raksasa Studio Dragon resmi memulai langkah besar untuk mengalihwahyukan karya literatur digital populer ke layar kaca. Perusahaan tersebut menggandeng Jaedam Media untuk mengadaptasi serial Webtoon hit berjudul High School Queen menjadi sebuah drama.
Proses perencanaan dan pengembangan proyek ini telah disepakati kedua belah pihak sebagai bagian dari diversifikasi bisnis kekayaan intelektual pada Jumat (27/02/26). Kerja sama ini sekaligus mempertegas ambisi CJ ENM dalam memperkuat ekosistem konten berbasis Webtoon yang kian diminati pasar global.
Pengembangan IP Menuju Format Film dan Animasi
Studio Dragon berencana meramu High School Queen tidak hanya sebatas serial drama berdurasi panjang saja. Mereka tengah menyiapkan strategi pengembangan konten yang mencakup format film layar lebar hingga serial animasi secara simultan.
Strategi ini diambil untuk mendobrak pola lama pengembangan konten yang biasanya dilakukan secara berurutan setelah satu format terbukti sukses. Pihak produser ingin memaksimalkan potensi sumber cerita tunggal ini agar bisa dinikmati dalam berbagai jenis genre visual dalam waktu yang lebih singkat.
Kisah Pendekar Pedang Joseon di Sekolah Modern
Naskah ini mengangkat premis unik mengenai Kim Cheong Ha yang merupakan seorang ratu sekaligus ahli pedang terhebat pada era Joseon. Kehidupannya berakhir tragis akibat intrik istana sebelum akhirnya jiwa sang ratu terbangun di dalam tubuh Park Da Jin.
Sosok Park Da Jin sendiri adalah seorang remaja SMA di masa kini yang sering menjadi sasaran perundungan oleh teman-temannya. Dengan keahlian bela diri dari masa lalu, sang ratu mulai melakukan aksi balas dendam yang heroik untuk menumpas para pelaku perundungan di sekolah tersebut.
“Melalui kolaborasi dengan Studio Dragon, jika High School Queen berekspansi ke berbagai bentuk konten, kita dapat lebih jauh menunjukkan kekayaan dunianya,” kata Hwang Nam Yong.
“Tujuannya adalah mengembangkan proyek ini di berbagai genre konten visual dengan memanfaatkan statusnya sebagai kekayaan intelektual sumber tunggal yang populer,” ujar dia.






