Tak Bisa Mengelak, Bukti Digital Ungkap Keakraban Mehmet Oz dan Jeffrey Epstein

Muflihah

TRIBUN KALTIM – Nama pejabat kesehatan senior Amerika Serikat, Mehmet Oz, kini menjadi sorotan tajam setelah jejak digital masa lalunya terbongkar. Dokumen terbaru secara gamblang menunjukkan hubungan kedekatan antara pria yang akrab disapa Dr. Oz tersebut dengan predator seksual Jeffrey Epstein.

Temuan bukti digital ini mencuat ke publik pada Kamis (12/2/26) melalui serangkaian dokumen hukum yang baru saja dibuka aksesnya. Salah satu bukti paling telak adalah undangan perayaan Hari Valentine tahun 2016 yang dikirimkan langsung oleh keluarga Oz kepada Epstein.

Dalam surat elektronik tersebut, nama Jeffrey Epstein tercantum sebagai salah satu tamu undangan eksklusif dalam acara bertajuk “Perayaan Hari Valentine Mehmet dan Liza Oz”. Fakta ini mematahkan spekulasi bahwa hubungan keduanya hanyalah sebatas kenalan biasa di lingkungan sosial.

Terbongkarnya dokumen ini menciptakan badai kritik bagi posisi Mehmet Oz di pemerintahan. Publik kini mempertanyakan bagaimana seorang pejabat tinggi kesehatan memiliki riwayat keakraban dengan sosok yang terlibat dalam jaringan perdagangan seks anak di bawah umur.

Undangan Khusus di Hari Kasih Sayang

Berdasarkan data yang terangkum, undangan tersebut dikirimkan ke alamat email pribadi Epstein beberapa tahun sebelum sang predator seksual tersebut tewas di dalam penjara. Hal ini membuktikan bahwa Epstein masuk dalam lingkaran pertemanan pribadi sang pejabat.

Skandal ini menjadi beban berat bagi integritas Mehmet Oz sebagai figur publik yang mengemban tanggung jawab besar bagi kesehatan masyarakat. Hubungan istimewa dengan sosok sekelam Epstein dinilai sebagai cacat moral yang sulit dihapuskan dari rekam jejak kariernya.

Meski pihak-pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terbaru, tekanan publik agar Oz memberikan penjelasan transparan semakin menguat. Banyak pihak menilai posisi sang pejabat kini berada di ujung tanduk seiring dengan semakin banyaknya dokumen masa lalu Epstein yang mulai terkuak.

“Bukti digital ini merupakan fakta keras yang menunjukkan tingkat keakraban mereka dalam lingkungan sosial yang sangat pribadi,” ungkap salah satu pengamat hukum di Amerika Serikat.

Bagikan: