Tepis Isu Miring, Kim Seon Ho Buktikan Profesionalisme di Panggung

Muflihah

TRIBUN KALTIM – Aktor kenamaan Korea Selatan Kim Seon Ho memilih menjawab keraguan publik melalui karya nyata. Ia tetap berkomitmen penuh menjalani jadwal pementasan teater Secret Passage di tengah gempuran isu perpajakan.

Pihak produksi memastikan seluruh agenda persiapan berjalan normal tanpa hambatan. Kabar miring yang beredar luas tidak menyurutkan langkah sang aktor untuk menyapa penggemar pada 13 Februari nanti.

Perwakilan penyelenggara menegaskan bahwa pementasan akan tetap dibuka sesuai rencana awal. Mereka meminta publik menunggu informasi resmi jika memang terjadi perubahan situasi di kemudian hari.

“Saat ini drama tersebut sedang bersiap untuk dibuka sesuai jadwal,” kata perwakilan drama Secret Passage, Rabu (4/2/26).

Tiket Tetap Ludes

Dedikasi Kim Seon Ho terhadap seni peran mendapat sambutan positif dari para penikmat teater. Seluruh tiket untuk jadwal penampilan aktor tersebut dilaporkan telah habis terjual.

Drama ini sendiri mengangkat kisah dua manusia yang bertemu di ruang asing pasca kehilangan memori. Narasi cerita berpusat pada takdir dan kematian yang terjalin dalam buku-buku kenangan.

Sebelumnya integritas Kim Seon Ho sempat diuji lewat pemberitaan mengenai perusahaan pribadi miliknya. Publik menyoroti dugaan praktik perusahaan cangkang yang melibatkan anggota keluarga demi menghindari pajak.

Fantagio selaku agensi langsung bergerak cepat meluruskan spekulasi liar tersebut. Mereka menjamin bahwa artisnya selalu patuh pada seluruh prosedur hukum dan kewajiban pajak yang berlaku.

Manajemen menjelaskan bahwa badan usaha itu awalnya dibentuk murni untuk mendukung kegiatan teater. Karena sudah lama tidak aktif beroperasi perusahaan itu kini justru sedang dalam proses likuidasi.

Pihak agensi menekankan tidak ada niat jahat sedikitpun dalam pendirian perusahaan tersebut. Tuduhan mengenai upaya pengurangan pajak secara sengaja dibantah keras oleh manajemen.

“Perusahaan perseorangan itu didirikan untuk tujuan produksi teater dan tidak pernah didirikan dengan niat pengurangan atau penghindaran pajak yang disengaja,” tegas Fantagio.

Bagikan: