TRIBUN KALTIM – Karier girl group KISS OF LIFE kini berada di bawah bayang-bayang citra negatif setelah konten video tantangan terbaru mereka memicu gelombang protes. Unggahan tersebut dianggap melampaui batas kewajaran hingga memancing kemarahan netizen di berbagai platform digital, Rabu (15/4/26).
Aksi yang ditampilkan para personel dalam video tersebut dinilai terlalu provokatif bagi penonton usia muda. Banyak pihak menilai S2 Entertainment sebagai agensi gagal belajar dari rentetan kontroversi serupa yang pernah menimpa grup ini sebelumnya.
Risiko Strategi Pemasaran Sensual
Pendekatan kreatif yang terus-menerus mengeksploitasi sisi sensual dianggap bisa mematikan potensi musikalitas asli para anggota. Alih-alih mendapatkan apresiasi atas kualitas vokal, grup ini justru lebih sering dibicarakan karena skandal penampilan mereka.
Kekhawatiran mulai muncul di kalangan penggemar mengenai masa depan grup jika terus mempertahankan konsep yang memicu resistensi publik. Desakan agar agensi segera menarik konten tersebut terus mengalir deras namun belum ada respons konkret dari pihak manajemen.
Sejumlah pengamat industri musik Korea Selatan turut menyoroti betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara konsep seksi dan etika penyiaran. Publik mendesak agar tim kreatif segera mengubah arah promosi sebelum reputasi para personel rusak secara permanen.
“Tindakan ini sangat mengecewakan karena mereka sebenarnya memiliki bakat yang besar tanpa perlu melakukan hal seperti itu,” ujar seorang netizen melalui forum diskusi daring.
“Pihak agensi perlu menyadari bahwa reputasi artis mereka sedang dipertaruhkan dengan konten semacam ini,” kata dia.






