TRIBUN KALTIM – Karier sejumlah idola K-Pop papan atas seperti Taemin dan The Boyz kini berada dalam bahaya serius. Mereka terancam tidak bisa tampil lagi di acara musik televisi lantaran agensi mereka menunggak biaya produksi panggung.
Masalah ini bermula dari krisis keuangan yang melanda perusahaan di bawah pimpinan CEO Cha Ga Won. Agensi One Hundred dan Big Planet Made dilaporkan gagal membayar tagihan vendor sejak paruh kedua tahun lalu.
Salah satu mitra kerja mengaku hidupnya hancur karena jasanya tidak kunjung dibayar oleh agensi tersebut. Ia bahkan harus merelakan aset pribadinya dijual demi bertahan hidup di tengah ketidakpastian pembayaran.
“Saya tidak melakukan kesalahan apa pun, namun saya menjadi debitur dan pembohong bagi orang-orang yang mempercayai saya,” ungkap sumber industri tersebut, Sabtu (7/2/26).
Promosi Artis Terhambat
Dampak tunggakan utang ini merembet ke stasiun penyiaran besar seperti MBC dan Mnet. Biaya pembuatan set panggung untuk penampilan artis di acara Music Core dan M Countdown belum dilunasi hingga memicu wacana boikot dari produser acara.
Jika situasi ini berlanjut, pintu promosi di layar kaca bisa tertutup rapat bagi artis di bawah naungan Cha Ga Won. Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi grup sekelas The Boyz maupun solois seperti Taemin dan Baekhyun.
Selain masalah panggung, para artis ini juga kesulitan merilis album fisik selama lima bulan terakhir. Mereka hanya bisa meluncurkan lagu dalam format digital tanpa didukung video musik yang memadai sebagai sarana promosi.
Padahal para artis tersebut aktif menggelar konser dan mendatangkan pendapatan besar bagi perusahaan. Namun uang hasil kerja keras itu tidak mengalir ke vendor yang menjadi tulang punggung aktivitas artis di belakang layar.
Pihak agensi sejauh ini hanya memberikan respons normatif bahwa mereka sedang meninjau masalah ini secara internal. Sementara itu, para korban terus bertambah dan menuntut hak mereka segera dibayarkan agar bisa menyambung hidup.
“Kesehatan mental saya hancur dan berbulan-bulan kemudian saya menyadari rekening bank saya telah disita karena premi asuransi kesehatan yang belum dibayar,” tutup sumber tersebut dengan nada getir.






