Daftar Bursa Saham yang Paling Terdampak Ketegangan di Selat Hormuz

Muflihah

TRIBUN KALTIM Penutupan jalur logistik Selat Hormuz oleh Iran memicu guncangan hebat yang merontokkan indeks saham di berbagai bursa utama dunia. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ini membuat investor melakukan aksi jual massal demi mengamankan aset mereka pada Jumat (6/3/26).

Indeks KOSPI Korea Selatan menjadi salah satu yang paling menderita dengan kejatuhan mencapai 10,5 persen dalam sepekan terakhir. Di Jepang, indeks Nikkei juga terseret turun hingga 6,5 persen akibat kekhawatiran atas tingginya ketergantungan industri manufaktur mereka terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.

Kondisi serupa terjadi di bursa saham Eropa yang rata-rata terkoreksi di atas 3 persen pada pembukaan perdagangan. Pasar merespons negatif potensi stagflasi global jika blokade energi ini terus berlanjut tanpa ada kepastian deeskalasi militer.

Tekanan Inflasi dan Nasib IHSG

Bursa Efek Indonesia tidak luput dari sentimen negatif global dengan koreksi pada Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sebesar 2,65 persen. Meski sektor energi sempat menguat tipis, beban subsidi BBM dan ancaman inflasi domestik menjadi faktor utama yang menekan kepercayaan investor asing.

Para analis memperingatkan bahwa setiap kenaikan harga minyak dunia akan berdampak langsung pada biaya produksi industri di seluruh Asia. Selat Hormuz merupakan urat nadi bagi 31 persen aliran minyak mentah dunia yang jika terputus akan mengubah peta kekuatan ekonomi global.

Hingga saat ini, para pelaku pasar masih bersikap sangat waspada atau risk-off sembari memantau pergerakan armada militer di kawasan teluk. Sebagian besar modal dialihkan ke instrumen emas dan Dolar Amerika Serikat yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian perang.

“Pasar bereaksi terhadap risiko sistemik yang sangat nyata jika blokade ini berlangsung dalam jangka panjang,” kata Tom Barkin.

Bagikan: