Ambisi Donald Trump Lumpuhkan Suksesi Kepemimpinan Iran Tanpa Jalur Diplomasi

Muflihah

TRIBUN KALTIM Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan sikap kerasnya terhadap krisis Timur Tengah pada Minggu (8/3/26). Ia secara terbuka menolak peluang perdamaian melalui jalur diplomasi dengan Teheran.

Pernyataan agresif ini disampaikan Trump saat berada di resor pribadinya di kawasan Florida. Ia melontarkan ancaman mematikan yang menyasar langsung ke jantung pemerintahan musuhnya.

Saat ini kelompok ulama di negara tersebut tengah berupaya keras mencari penerus Ayatollah Ali Khamenei. Namun proses suksesi kepemimpinan itu kini terancam lumpuh akibat intimidasi dari Washington.

Trump dengan tegas menyatakan niatnya untuk menghabisi setiap tokoh yang memiliki peluang untuk naik takhta. Ia tidak akan membiarkan struktur kekuasaan baru terbentuk begitu saja.

“Saya berencana untuk membunuh setiap individu yang memiliki potensi menjadi pemimpin,” ujar Trump.

Menutup Rapat Pintu Kompromi

Komentar tajam ini sekaligus menepis berbagai spekulasi bahwa tokoh kuat di sana sedang mempertimbangkan opsi menyerah. Retorika sang presiden memastikan bahwa Amerika Serikat tidak menyisakan ruang bagi negosiasi politik apa pun.

Ia juga secara terang-terangan mengejek kondisi infrastruktur negara kaya minyak tersebut akibat rentetan gempuran. Menurutnya wilayah itu sudah terlalu hancur untuk kembali dikendalikan oleh rezim baru.

Trump meragukan keberanian siapa pun yang ingin mengambil alih kekuasaan di tengah situasi yang porak-poranda. Ia meyakini kehancuran total sudah terjadi dan sulit untuk diperbaiki.

“Tidak ada yang tersisa di sana,” tegas Trump.

Bagikan: