TRIBUN KALTIM – Reputasi G-Dragon sebagai ikon mode dunia kini tengah dipertaruhkan setelah munculnya gelombang protes dari masyarakat global Selasa (5/5/26)
Penyanyi yang sering dijuluki King of Fashion ini dinilai melakukan kecerobohan fatal karena mengenakan atribut panggung yang mengandung unsur penghinaan rasial.
Kritik bermula saat ia terlihat memakai pakaian dengan tulisan istilah rasis dalam bahasa Belanda pada sebuah acara besar. Istilah tersebut secara sejarah digunakan untuk merendahkan komunitas kulit hitam di wilayah Eropa.

Banyak pihak menyayangkan mengapa seorang trendsetter sekelas dirinya bisa luput dalam memperhatikan detail sensitif pada busana yang ia kenakan. Hal ini dianggap mencoreng citra profesionalitasnya yang selama ini dikenal perfeksionis dalam urusan penampilan.
Pertaruhan Identitas Sang Ikon Mode
Skandal ini memicu perdebatan mengenai batasan antara kreativitas seni fashion dengan tanggung jawab sosial seorang figur publik. Para pengamat industri hiburan menilai bahwa identitas G-Dragon sebagai duta merek global seharusnya membuatnya lebih waspada.
Kekecewaan penggemar juga meledak di media sosial karena idola mereka dianggap tidak peka terhadap isu kemanusiaan yang sangat sensitif. Mereka menuntut adanya evaluasi besar-besaran terhadap tim penata gaya serta manajemen sang artis.
Insiden ini menjadi pengingat keras bahwa pengaruh besar di dunia fashion harus dibarengi dengan pengetahuan budaya yang luas. Jika tidak segera ditangani dengan klarifikasi yang tepat maka nama besar yang telah dibangun bertahun-tahun bisa rusak seketika.
Hingga saat ini publik masih menunggu langkah nyata dari pihak agensi untuk meredam kemarahan netizen yang terus meluas. Kegagalan dalam menyaring pesan pada kostum panggung ini dianggap sebagai langkah mundur bagi karier internasionalnya.
Beberapa pihak menyebutkan bahwa seorang artis global tidak boleh hanya mengejar estetika tanpa memikirkan dampak sosial dari apa yang mereka pakai.
“Tindakan menggunakan istilah yang sangat ofensif ini benar-benar tidak bisa diterima dan sangat mengecewakan bagi kami yang menghormati karyanya selama ini,” kata salah satu penggemar internasional.






