Penulis Perfect Crown Biarkan IU dan Byeon Woo seok Jadi Tameng Kemarahan Publik

Muflihah

TRIBUN KALTIM Gelombang protes publik Korea Selatan terhadap drama Perfect Crown semakin memanas setelah penulis skenario memilih menutup diri dari ruang publik. Penulis naskah Yoo Ji won hingga kini belum memberikan pernyataan apa pun terkait distorsi sejarah dalam karyanya.

Sikap diam sang penulis memicu kritik tajam karena beban kesalahan justru harus ditanggung oleh dua aktor utama. Penggemar menilai Yoo Ji won sengaja bersembunyi dari tanggung jawab sosial yang sedang bergulir Selasa (19/5/26).

Aktor Utama Pasang Badan

IU dan Byeon Woo seok terpaksa mengambil langkah berani dengan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat luas. Langkah ini diambil setelah gelombang boikot terhadap drama tersebut semakin tidak terbendung di media sosial.

IU bahkan terlihat tidak mampu menahan air mata saat menyapa penggemar pada acara perayaan ulang tahunnya. Penyanyi sekaligus aktris tersebut mengakui bahwa dirinya kurang teliti saat memeriksa naskah sebelum menerima proyek tersebut.

Potong Kompas Distorsi Sejarah

Skenario yang ditulis oleh Yoo Ji won dinilai merendahkan kedaulatan sejarah bangsa dengan menyisipkan detail penobatan yang mirip budaya asing. Detail mahkota dan kalimat dalam dialog membuat masyarakat merasa sejarah negara mereka digambarkan sebagai wilayah jajahan.

Publik kini mendesak pihak stasiun televisi MBC untuk segera memberikan tindakan tegas kepada tim produksi. Penonton setia mengancam akan terus melanjutkan aksi boikot jika sang penulis tidak segera muncul untuk menjelaskan motif di balik penulisan skenario tersebut.

Tuntutan Tanggung Jawab Penulis

Masyarakat menilai tidak adil jika para aktor yang harus menjadi tameng utama dari kesalahan fatal dalam naskah. Penulis seharusnya menjadi pihak pertama yang memberikan klarifikasi karena dialah pencipta dari dialog kontroversial tersebut.

Kritik terhadap Yoo Ji won juga datang dari para pengamat industri hiburan yang melihat adanya pengabaian sensitivitas budaya demi mengejar rating semata. Sampai saat ini perwakilan dari penulis naskah tersebut masih menolak panggilan telepon dari awak media.

“Saya merasa sangat menyesal dan ingin meminta maaf karena tidak menyadari adanya bagian sensitif dalam naskah tersebut,” kata IU.

Bagikan: