Kejam HYBE Biarkan Member LE SSERAFIM Menahan Sakit Parah, Demi Menjaga Citra

Muflihah

TRIBUN KALTIM Manajemen raksasa hiburan HYBE bersama anak perusahaannya Source Music kini tengah menghadapi gelombang kritik tajam dari publik internasional. Agensi besar tersebut dituduh sengaja melakukan eksploitasi fisik dengan memaksa para artis asuhannya untuk terus bekerja keras tanpa memedulikan kondisi kesehatan batin mereka.

Dugaan penindasan ini mencuat setelah para penggemar menemukan kejanggalan dalam video dokumenter perjalanan karier grup idola wanita tersebut. Bukti-bukti digital yang tersebar luas memperlihatkan adanya upaya sistematis dari perusahaan untuk menutupi kondisi medis para pemain yang sedang bergulir Selasa (19/5/26).

Sensor Koyo Medis Dokumenter

Para penonton yang jeli menyadari adanya keanehan pada beberapa cuplikan video latihan intensif yang diunggah oleh pihak agensi resmi. Tim editor video kedapatan melakukan proses sensor buram pada bagian tubuh para personel yang diduga kuat sedang ditempeli koyo pereda nyeri otot.

Langkah sensor tersebut dinilai sengaja dilakukan agar masyarakat mengira para idola remaja ini selalu berada dalam kondisi fisik yang prima. Publik mengecam tindakan manipulatif tersebut karena dianggap mengabaikan hak dasar para pekerja seni untuk mendapatkan waktu ist istirahat yang layak.

Tumbang di Belakang Panggung

Potongan video lain juga memperlihatkan momen memprihatinkan saat beberapa anggota grup hampir pingsan karena kelelahan setelah menyelesaikan koreografi yang sangat ekstrem. Sakura dan Chaewon terlihat harus dibantu menggunakan alat pernapasan tambahan oleh tim medis di ruang ganti pakaian.

Namun setelah mendapatkan perawatan darurat yang sangat singkat tersebut mereka langsung didorong kembali untuk naik ke atas panggung utama. Sikap kejam dari manajemen operasional ini memicu kemarahan besar dari komunitas penggemar global yang menuntut adanya transparansi jam kerja artis.

Desakan Evaluasi Total Agensi

Komunitas pencinta musik Korea kini ramai-ramai melayangkan petisi terbuka demi mendesak jajaran direksi HYBE untuk segera mengubah kebijakan manajemen artis mereka. Mereka tidak ingin kesuksesan komersial agensi diraih dengan cara mengorbankan masa depan fisik para remaja yang tidak berdaya tersebut.

Hingga saat ini perwakilan dari Source Music masih memilih untuk menutup mulut dan enggan memberikan komentar resmi terkait tuduhan sensor cedera tersebut. Sikap abai ini diyakini akan membuat citra perusahaan semakin merosot tajam di mata para investor saham industri hiburan.

“Kami melihat perusahaan hanya memikirkan keuntungan penjualan tiket konser tanpa mau peduli dengan rasa sakit yang ditahan anak-anak ini,” kata perwakilan komunitas penggemar.

Bagikan: