TRIBUN KALTIM – Fikayo Tomori kini menjalani kehidupan yang mungkin diimpikan banyak pesepak bola profesional. Bek tengah AC Milan ini tidak hanya menikmati kebangkitan karier di Italia, tetapi juga bertetangga dengan seorang pemenang Ballon d’Or.
Dalam wawancara terbaru bersama BBC Sport, Tomori mengungkapkan bahwa ia tinggal di satu kompleks apartemen dengan Luka Modric. Gelandang veteran tersebut baru saja bergabung dengan Rossoneri pada musim panas lalu.
“Saya rasa itu berarti gedung apartemen kami tidak terlalu buruk,” kata Tomori dengan nada bercanda, Senin (22/12/2025).
Belajar dari Sang Maestro
Keberadaan Modric di lingkungan tempat tinggalnya memberikan keuntungan tersendiri bagi pemain berusia 28 tahun itu. Ia mengaku kerap mencuri ilmu secara diam-diam dari kapten Timnas Kroasia tersebut.
Tomori tidak selalu bertanya secara verbal, melainkan lebih banyak mengamati gerak-gerik sang legenda. Ia memperhatikan betul bagaimana Modric membawa diri dan menjaga disiplin latihan setiap harinya.
“Ya, tapi ini lebih tentang mendengarkan ketika dia berbicara. Anda tahu levelnya dan karena itu Modric, kapan pun dia berbicara Anda hanya perlu mendengarkan,” ujarnya.
Bayang-bayang Legenda San Siro
Hidup di Milan memang mendekatkan Tomori dengan sejarah besar sepak bola dunia. Pusat latihan Milanello dihiasi foto-foto para legenda klub yang seolah mengawasi setiap sesi latihan pemain saat ini.
Tomori merasakan beban ekspektasi itu setiap kali melangkahkan kaki di lorong fasilitas latihan. Ia menyadari ada standar tinggi yang ditetapkan oleh para pendahulu seperti Paolo Maldini hingga Franco Baresi.
“Gila rasanya. Anda masuk setiap hari dan melihat foto-foto pemain seperti Maldini, Baresi, Kaka, Zlatan dan Nesta,” ungkap bek kelahiran Kanada tersebut.
Ia menambahkan bahwa tekanan itu juga datang dari interaksi langsung dengan para suporter di kota. Tomori menyadari betapa berat makna jersei Merah-Hitam bagi penduduk setempat.
“Anda pasti merasakan ekspektasi itu karena tahu para pemain itu pernah berada di gedung yang sama. Saya suka mereka begitu bangga dengan klub ini,” tuturnya.
Ambisi Piala Dunia
Performa apik di bawah asuhan Massimiliano Allegri membuat Tomori merasa berada dalam kondisi fisik terbaiknya. Ia berharap tren positif ini bisa membawanya kembali ke skuad Timnas Inggris jelang Piala Dunia yang tinggal enam bulan lagi.
Komunikasi dengan pelatih Inggris Thomas Tuchel pun masih terjalin cukup baik. Tomori optimistis bisa menyusul rekannya Ruben Loftus-Cheek yang sudah lebih dulu masuk radar pantauan tim nasional.
“Piala Dunia masih menjadi mimpi dan saya sedang berusaha menuju ke sana,” pungkasnya.






