Gen Z Ubah Stigma Jeda Karier: Dari ‘Aib’ Jadi Ajang Level Up

Muflihah

TRIBUN KALTIM – Times of India melansir fenomena menarik terkait pergeseran budaya di dunia kerja modern. Generasi Z kini mengubah cara pandang terhadap jeda karier yang dulunya sering dianggap tabu.

Mereka tak lagi melihat kekosongan dalam riwayat pekerjaan sebagai tanda bahaya atau aib. Bagi generasi ini, rehat sejenak justru menjadi bukti kesadaran diri dan kemampuan beradaptasi yang tinggi.

Keputusan untuk menekan tombol jeda di tengah budaya gila kerja bukan lagi langkah radikal. Banyak profesional muda mengambil waktu untuk mengisi ulang energi atau menata ulang arah hidup mereka.

Meski begitu tantangan nyata masih menghadang saat mereka hendak kembali masuk ke pasar tenaga kerja. Sebuah studi dari ResumeGo menunjukkan pelamar dengan jeda kerja memiliki peluang 45 persen lebih kecil untuk dipanggil wawancara.

Pelatih eksekutif Luciana Paulise menyoroti fenomena ini dengan sudut pandang berbeda. Menurutnya keberanian mengambil jeda justru memperlihatkan komitmen seseorang terhadap tujuannya sendiri.

“Keputusan untuk mengambil jeda menunjukkan dedikasi Anda pada tujuan, Selasa (30/12/2025).”

Melawan Bias dengan Strategi

Kembali bekerja setelah lama vakum memang terasa menakutkan jika tanpa persiapan matang. Namun organisasi modern kini mulai menyediakan program khusus untuk menyambut kembali para profesional ini.

Kuncinya ada pada penyegaran keterampilan agar kapasitas diri tetap relevan dengan industri. Riset NBER pada 2025 menyebut pelatihan singkat bisa mendongkrak peluang kerja hingga 29 persen dalam dua tahun.

Langkah selanjutnya adalah membangun kembali jejaring secara sengaja dan terencana. Menghubungi mantan rekan kerja atau bergabung dengan komunitas profesi seringkali membuka pintu rekomendasi yang kredibel.

Pencari kerja juga perlu mengemas ulang riwayat hidup mereka dengan menonjolkan keahlian yang bisa dialihkan. Pengalaman sukarela atau mengelola urusan keluarga bisa menjadi nilai tambah jika dibingkai dengan tepat.

Para ahli juga menyarankan pentingnya mencari mentor yang pernah melewati fase serupa. Bimbingan dari orang berpengalaman dapat mempercepat proses adaptasi dan memberikan wawasan orang dalam.

Sikap percaya diri menjadi modal utama saat menghadapi pewawancara kerja nanti. Alih-alih menyembunyikan masa rehat, pelamar disarankan menjadikannya sebagai cerita pertumbuhan diri yang positif.

Luciana menegaskan bahwa penolakan perusahaan terhadap riwayat jeda karier bukanlah akhir segalanya. Itu justru menjadi filter untuk menemukan tempat kerja yang menghargai kesejahteraan karyawan.

“Jika perusahaan menolak pilihan itu, hal tersebut lebih banyak bicara soal budaya mereka daripada nilai Anda.”

Bagikan: