TRIBUN KALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memberikan penghormatan tinggi terhadap dedikasi organisasi Tariu Boru Terabing (TBBR) dalam memelihara identitas budaya lokal. Apresiasi tersebut disampaikan dalam momentum Rapat Pimpinan Wilayah yang berlangsung pada Selasa (10/2/26).
Eksistensi TBBR dinilai memiliki andil besar dalam memastikan nilai-nilai luhur adat Dayak tetap hidup di tengah arus modernisasi. Organisasi ini dianggap mampu menjadi benteng pertahanan bagi kearifan lokal sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Menjaga Stabilitas di Tengah Pembangunan
Selain fokus pada pelestarian tradisi peran TBBR dalam menjaga kondusifitas wilayah juga mendapat sorotan positif dari pemerintah daerah. Keberadaan organisasi adat yang solid menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim investasi yang aman dan stabil di Kaltara.
Sinergi yang terjalin selama ini diharapkan terus diperkuat demi mendukung kelancaran berbagai proyek strategis nasional di Bumi Benuanta. Pemerintah berharap seluruh anggota TBBR dapat terus menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan antarumat beragama dan suku.
Keaktifan organisasi ini dalam membina pemuda daerah juga menjadi catatan penting bagi pembangunan sumber daya manusia. Dengan pemahaman adat yang kuat generasi muda diharapkan tidak kehilangan jati diri meskipun berada dalam lingkungan yang terus berkembang.
Dukungan penuh dari pemerintah provinsi akan terus diberikan untuk setiap kegiatan positif yang diinisiasi oleh kelompok masyarakat adat. Semangat gotong royong antara ormas dan pemerintah menjadi modal berharga bagi kemajuan Kaltara di masa depan.
“Peran organisasi adat sangat vital dalam menjaga stabilitas daerah dan melestarikan warisan nenek moyang kita,” kata perwakilan pemerintah.
“Kami sangat menghargai kontribusi nyata TBBR dalam mengawal pembangunan dengan tetap menjunjung tinggi kehormatan adat,” ujar dia.






