MSM Parking Tawarkan Solusi Parkir Modern, Atasi Kebocoran Retribusi

redaksi

MSM Parking Tawarkan Solusi Parkir Modern, Atasi Kebocoran Retribusi

TRIBUN KALTIM – Di tengah maraknya isu parkir liar dan kebocoran retribusi, MSM Parking Group tampil sebagai pemain baru yang menawarkan solusi berbeda. Dengan mengusung teknologi digital, perusahaan ini berupaya menghadirkan tata kelola parkir yang transparan, aman, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Yoel Liem Yusnarto, pemilik MSM Parking, menyebut parkir seharusnya menjadi instrumen strategis untuk kemandirian daerah. “Transparansi dan digitalisasi adalah jawabannya,” ujar Yoel.

Masalah parkir memang semakin mencuat, mulai dari parkir liar di Jakarta dan Surabaya, hingga kasus viral tarif yang dianggap berlebihan. Kondisi ini menunjukkan perlunya tata kelola modern untuk menutup celah kebocoran dan memastikan keadilan tarif bagi masyarakat.

MSM Parking hadir menawarkan solusi menyeluruh. Mereka menyediakan palang parkir dan sistem parkir digital terbaik di kelasnya, lengkap dengan teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR) dan pembayaran non-tunai (QRIS, e-money, RFID). Semua data dapat dipantau secara langsung melalui dasbor digital.

Dengan sistem manless tanpa petugas, operasional menjadi lebih efisien dan minim kebocoran. Selain itu, MSM Parking menggunakan model bisnis “Zero Investment + Net Profit Sharing”. Model ini memungkinkan pemerintah daerah atau pengelola tidak perlu mengeluarkan biaya besar, karena investasi ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.

MSM Parking telah menjajaki kerja sama di beberapa daerah, seperti Karimun dan Batam. Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pendapatan retribusi, sekaligus menekan biaya operasional. Untuk menjamin kredibilitas, MSM Parking juga telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO/IEC 27001:2022.

Yoel menegaskan, visinya jelas, yakni menjadikan parkir sebagai pilar pendapatan daerah dan bagian dari ekosistem kota cerdas. “Ini bukan hanya soal kendaraan, tapi masa depan tata kota Indonesia,” tutupnya. (*)

Bagikan: