Profil dan Pengaruh Ali Khamenei, Pemimpin Agung Iran yang Kini Telah Tiada

Muflihah

TIBUN KALTIM Iran kini kehilangan nakhoda politik paling berpengaruh dalam sejarah modernnya setelah wafatnya Pemimpin Agung Ali Khamenei. Kepergian sang pemegang kekuasaan absolut ini menutup babak panjang kepemimpinan terlama di kawasan Timur Tengah pada Minggu (1/3/26).

Sepak terjangnya di kursi tertinggi Teheran bukan sekadar jabatan seremonial, melainkan kendali penuh atas militer dan kebijakan luar negeri yang sangat luas. Ketegasannya menghadapi sanksi Barat selama puluhan tahun telah membentuk citra Iran sebagai kekuatan yang sulit ditundukkan di kancah internasional.

Jejak Panjang Sang Penguasa Teheran

Karier politik sang pemimpin ditandai dengan perubahan konstitusi yang sangat krusial demi memuluskan jalannya ke puncak kekuasaan tertinggi. Ia berhasil menakhodai negara di tengah berbagai krisis besar, mulai dari konflik regional hingga ketegangan diplomatik yang melibatkan program nuklir negara tersebut.

Meninggalnya figur ini meninggalkan lubang besar dalam struktur politik Iran yang selama ini sangat bergantung pada keputusan pribadinya. Kini dunia menanti bagaimana proses transisi kekuasaan akan berjalan dan apakah kebijakan garis keras yang ia tanamkan akan tetap dipertahankan oleh penerusnya.

“Iran mengubah aturan hukumnya untuk mengangkat Khamenei ke posisi tersebut,” tulis laporan Alan Cowell dan Farnaz Fassihi.

Struktur kepemimpinan di negara tersebut memang didesain secara khusus untuk memperkuat kedudukan sang pemimpin tanpa tandingan.

“Dia meninggal sebagai pemimpin dengan masa jabatan terlama di kawasan itu,” pungkas mereka.

Bagikan: