TRIBUN KALTIM – Samsung resmi meluncurkan penantang baru di pasar komputasi portabel lewat Galaxy Tab S11 Ultra. Perangkat ini hadir dengan ambisi besar untuk menyaingi fungsi laptop konvensional.
Dikutip dari GSMArena, Senin (22/12/2025), tablet ini menawarkan spesifikasi kelas atas dengan banderol harga yang tidak main-main. Paket lengkap dengan aksesori keyboard dan adaptor daya bahkan bisa menyentuh angka 1.500 Euro atau setara Rp 25 juta lebih.
Desainnya yang sangat tipis menjadi daya tarik utama sekaligus pembeda dari laptop. Ketebalan bodi hanya 5,1 milimeter membuatnya jauh lebih ramping dibandingkan komputer jinjing manapun di pasaran.
Meski fisiknya terlihat ringkih, Samsung membekalinya dengan material armor aluminum yang kokoh. Perangkat ini juga sudah tahan air dan debu berkat sertifikasi IP68.
Layar Luas Penunjang Produktivitas

Layar menjadi senjata utama tablet ini untuk menggantikan peran komputer kerja. Panel Dynamic AMOLED 2X seluas 14,6 inci menyajikan tampilan visual yang sangat lega dan tajam.
Dukungan refresh rate 120Hz menjamin pergerakan layar yang mulus saat bekerja atau bermain. Pengguna juga dimanjakan dengan empat speaker stereo yang suaranya lantang dan jernih.
Dari sisi dapur pacu, Samsung menanamkan chipset MediaTek Dimensity 9400 plus. Prosesor ini diklaim sebagai salah satu yang tercepat untuk perangkat Android saat ini.
Ketahanan baterai menjadi poin krusial bagi pekerja mobile yang sering bekerja di luar ruangan. Pengujian GSMArena menunjukkan perangkat ini mampu bertahan hingga lebih dari 13 jam untuk penggunaan aktif.
Sistem operasi Android 16 dengan antarmuka One UI 8 memberikan pengalaman multitasking yang lebih matang. Mode Samsung DeX memungkinkan pengguna merasakan sensasi bekerja layaknya menggunakan PC desktop.
Namun ada beberapa penyesuaian fitur yang perlu dicatat calon pembeli dibanding seri sebelumnya. Kamera depan kini hanya tersisa satu lensa ultrawide dan pena digital S-Pen tidak lagi memiliki fitur bluetooth.
Dalam ulasan akhirnya, penguji menyoroti posisi tablet ini di pasar yang sangat segmented. Meskipun sangat bertenaga, harga yang tinggi membuatnya sulit bersaing dengan laptop premium bagi pengguna umum.
Menurut ulasan tersebut, perangkat ini lebih cocok bagi pengguna yang benar-benar membutuhkan daya tahan baterai dan input sentuh superior. Ia bukanlah produk massal yang bisa direkomendasikan untuk semua orang.
“Masih, ini adalah tablet yang mahal, dan hanya layak dipertimbangkan jika memenuhi beberapa kebutuhan spesifik Anda yang tidak dapat dipenuhi oleh laptop seharga € 1.500,” tulis laporan tersebut.






