TRIBUN KALTIM – Setiap individu memiliki cara termudah masing-masing dalam menyerap dan mengolah informasi yang diterima sehari-hari. Kunci keberhasilan siswa dalam belajar sangat bergantung pada kesesuaian metode yang digunakan dengan karakteristik diri mereka.
Penggunaan satu bentuk pengajaran saja terutama yang bersifat verbal sering kali menyebabkan ketimpangan dalam penerimaan materi. Hal ini membuat siswa kesulitan mencapai potensi maksimalnya karena terhambat oleh metode yang tidak cocok.
Gaya Belajar (Visual, Auditorial dan Kinestetik)
Terdapat tiga modalitas utama yang bisa dikenali yakni visual dan auditorial serta kinestetik. Tipe visual cenderung lebih mudah memahami pelajaran dengan cara melihat gambar atau diagram dan video.
Sementara itu tipe auditorial lebih mengandalkan indera pendengaran untuk menangkap inti pelajaran. Mereka akan lebih cepat mengerti melalui penjelasan lisan seperti ceramah atau diskusi dan instruksi verbal. Gaya belajar auditorial lebih mengedepankan indra pendengar,
Selain dua tipe di atas terdapat pula gaya kinestetik yang melibatkan aktivitas fisik dan gerakan tubuh. Meskipun setiap siswa memiliki ketiga gaya belajar tersebut namun biasanya hanya satu gaya yang lebih mendominasi.
Pemahaman mengenai preferensi sensori ini akan membantu siswa merasakan pengalaman langsung dalam proses belajar. Hal ini penting karena kinestetik menuntut keterlibatan fisik yang nyata dalam memahami sesuatu.






