Video Billlie Disebut Mirip Animasi Prancis Begini Jawaban Mystic Story

Muflihah

TRIBUN KALTIM Agensi Mystic Story memberikan pernyataan tegas untuk menanggapi tuduhan plagiarisme yang menyeret karya film seni terbaru milik grup Billlie. Pihak manajemen membantah adanya unsur peniruan ilegal setelah sebuah sekolah animasi ternama asal Prancis melayangkan peringatan keras mengenai potensi jalur hukum, Sabtu (2/5/26).

Pihak GOBELINS Paris sebelumnya menyatakan keberatan atas kemiripan visual dalam video bertajuk cartography of the unconscious yang dirilis Billlie pekan lalu. Beberapa pihak menilai terdapat kesamaan gaya artistik yang sangat menonjol antara video tersebut dengan film pendek berjudul Niccolo yang diproduksi pada tahun 2025.

Penjelasan Visi Kreatif Sutradara

Manajemen menjelaskan bahwa seluruh proses pembuatan film seni tersebut didasarkan pada draf asli dan visi artistik yang dimiliki oleh sutradara proyek. Mereka menegaskan tidak ada upaya untuk mengambil ide atau menggunakan karya milik pihak lain secara melawan hukum dalam proses produksi tersebut.

Klarifikasi ini muncul setelah publik mulai membandingkan detail estetika dalam kedua karya tersebut di media sosial hingga memicu perdebatan luas. Pihak agensi memastikan bahwa setiap elemen visual yang ditampilkan merupakan hasil pengembangan kreatif tim internal yang telah direncanakan sejak lama.

Kebijakan Penggunaan Teknologi AI

Sebelum persoalan ini mencuat agensi ini juga sempat menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar terkait penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam karya mereka. Perusahaan berjanji akan melakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan penggunaan konten generatif AI agar tetap menghargai nilai-nilai kreativitas murni.

Langkah ini diambil untuk menjaga standar orisinalitas karya grup Billlie di masa mendatang tanpa menimbulkan polemik hak cipta di tingkat internasional. Manajemen berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam mengawasi setiap tahap produksi seni guna menghindari kesalahpahaman serupa dengan pihak luar.

“Film seni yang dipermasalahkan diproduksi berdasarkan sketsa awal dan visi kreatif sutradara serta tidak ada niat untuk melakukan plagiarisme,” tulis Mystic Story.

Bagikan: