Nitibasa Luncurkan Program Nasional “NITIBASA Indonesia”, Diperkuat Prestasi Internasional dan Penghargaan Global

redaksi

DENPASAR – Yayasan Nitibasa resmi meluncurkan program pendidikan nasional bertajuk “NITIBASA Indonesia”, sebuah gerakan yang menargetkan peningkatan akses bahasa asing, teknologi, dan soft skill bagi komunitas rentan di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah 3T.

Program ini akan berjalan di berbagai provinsi dengan fokus pengembangan literasi bahasa, coding, hospitality, hingga kepemimpinan pemuda. Di Bali, Nitibasa memulai gerakan Coding & Language for 1.000 Banjars. Sementara itu, di Pulau Jawa, Nitibasa merilis program Sejuta Coding dan Bahasa untuk Faith Communities.

Diperkuat Prestasi Internasional dan Pengakuan Global

Nitibasa dikenal sebagai lembaga pendidikan yang aktif di level internasional. Pada tahun 2025, Nitibasa ditetapkan sebagai perwakilan Asia Tenggara dalam Education Award 2025 di Inggris.

Selain itu, sejumlah pencapaian lainnya meliputi:

  • Top 3 Asia BUMN Award,
  • Best International School in Wellbeing selama tiga tahun berturut-turut,
  • The Best International School with Social Impact 2025,
  • Dilibatkan sebagai juri resmi QS Reimagine Education Awards 2025, ajang global yang dijuluki “Oscar-nya inovasi pendidikan”.

Profil lengkap Nitibasa tersedia di bit.ly/nitibasapartner.

Prestasi Pendiri Nitibasa di Tingkat Nasional dan Asia Pasifik

Pendiri Nitibasa, Dr. Eric Stenly, mencatat sejumlah penghargaan penting, antara lain:

  • Top 13 Pemuda Terbaik Indonesia (TOYP 2025),
  • Star Member Asia Pacific 2025 (JCI ASPAC),
  • Nominasi Outstanding Member JCI Indonesia 2025,
  • The Most Outstanding National Event Supporter JCI Badung Bali,
  • Education Award 2025,
  • Dua kali menerima Honorary Cause dari University of Maryland, USA,
  • Sertifikasi internasional Everyday Maths for Social Sciences dari Arden University, Inggris.

Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi Nitibasa dalam pengembangan pendidikan di tingkat nasional.

Program Nasional untuk Pemerataan Talenta Muda

Melalui tautan bit.ly/nitibasaindonesia, peserta dari berbagai daerah dapat mengakses program:

  • 10 bahasa asing,
  • Coding dan teknologi,
  • Digital marketing,
  • Hospitality,
  • Soft skills profesional.

Sasaran program ini meliputi anak yatim, anak terlantar, keluarga broken home, komunitas rentan, penyintas pandemi, penyandang disabilitas ringan, serta komunitas keagamaan dan adat.

Target 10.000 Fasilitator dan 100.000 Talenta Siap Kerja

Nitibasa menargetkan pembentukan 10.000 fasilitator bahasa dan coding yang akan ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia. Setiap fasilitator akan dilengkapi modul global, lisensi resmi, serta sistem pendampingan berbasis teknologi.

Untuk wilayah 3T, Nitibasa menyiapkan model pembelajaran hybrid low-bandwidth, sehingga peserta tetap dapat belajar meski memiliki keterbatasan jaringan.

Program ini juga diproyeksikan melahirkan 100.000 talenta siap kerja di sektor pariwisata, digital marketing, ekonomi kreatif, gig economy global, hingga industri teknologi.

Komitmen Transparansi dan Kolaborasi

Direktur Eksternal Yayasan Nitibasa Dharma Pratama, Mr. Manaf, mengatakan bahwa seluruh program akan dilengkapi dengan sistem pemantauan berbasis data.

Mitra akan menerima Impact Report Dashboard, sehingga perkembangan peserta dapat dipantau secara transparan. Nitibasa menargetkan implementasi di 1.000 banjar Bali dan 1.000.000 faith communities di Indonesia,” ujarnya.

Dengan kombinasi prestasi internasional, kurikulum global, serta model pemberdayaan berbasis komunitas, Nitibasa dinilai siap berkontribusi pada percepatan transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan: