Prank Lintas Zaman Meme Squidward Akan Menipu Arkeolog 1000 Tahun Lagi

Muflihah

TRIBUN KALTIM – Seorang seniman asal Seattle baru saja meluncurkan sebuah proyek ambisius yang dirancang untuk membingungkan umat manusia di masa depan. Sunday Nobody yang dikenal sebagai raja absurditas internet menenggelamkan sebuah patung perunggu setinggi tiga meter ke dasar Laut Mediterania.

Patung tersebut merupakan perpaduan antara karakter ikonik kartun Handsome Squidward dengan gaya patung kuno Yunani Discobolus. Aksi ini dilakukan murni untuk mengerjai siapapun yang nantinya akan mengeruk sejarah manusia seribu tahun dari sekarang, Minggu (21/12/2025).

Investasi Besar Demi Lelucon Abadi

Proyek ini bukan sekadar mainan plastik melainkan karya seni yang dibuat dari perunggu asli dengan biaya mencapai 25 ribu dollar Amerika atau setara 400 juta rupiah. Sunday Nobody yang kini berusia 29 tahun telah membangun karier melalui berbagai aksi budaya internet yang tidak memiliki tujuan praktis namun disukai jutaan pengikutnya.

Sebelum membuat heboh dengan patung Squidward perunggu tersebut seniman ini juga pernah mengubur sarkofagus makanan ringan seberat 1,3 ton. Ia juga dikenal pernah menciptakan potret Bob Ross dari ribuan potong kayu kecil yang sangat detail.

Mengubah Budaya Digital Menjadi Artefak

Langkah menenggelamkan patung ini menjadi transisi radikal bagaimana sebuah lelucon digital yang biasanya hanya bertahan hitungan hari di layar ponsel kini menjadi benda fisik yang permanen. Budaya internet yang cair kini dibekukan dalam bentuk perunggu agar bisa bertahan melampaui usia peradaban saat ini.

Kehadiran patung ini di dasar laut diprediksi akan menjadi teka-teki besar bagi para peneliti masa depan yang mencoba memahami estetika abad ke-21. Mereka mungkin akan mempertanyakan apakah sosok tersebut merupakan dewa yang disembah atau manusia sungguhan yang pernah hidup di bumi.

Seringkali kita melihat label museum dan bertanya-tanya seberapa banyak arkeologi yang benar-benar sains dan seberapa banyak yang hanya tebakan terpelajar. Hal itulah yang mendorong munculnya pemikiran untuk mengubah eksperimen tersebut menjadi sebuah jebakan sejarah yang nyata di bawah air.

Ini adalah kekacauan nyata yang hanya bisa dihasilkan oleh budaya internet saat ini. Tujuan utamanya adalah memberikan teka-teki bagi para arkeolog masa depan agar mereka menganggap penemuan ini sebagai bagian penting dari sejarah kuno.

Bagikan: