TRIBUN KALTIM – Sebanyak seratus dua puluh delapan Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berhasil merampungkan masa pelatihan dasar. Penutupan kegiatan pendidikan aparatur negara ini diselenggarakan di Aula Meranti pada Kamis (13/05/26).

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman memanfaatkan momen kelulusan tersebut untuk membagikan kisah masa lalunya. Ia mengenang masa pengabdian awalnya saat baru diangkat menjadi seorang guru di wilayah pedalaman Kecamatan Muara Ancalong.
Penghasilan pertamanya pada masa itu dirasa sangat kecil karena hanya menyentuh angka seratus enam puluh ribu rupiah setiap bulannya. Kondisi serba terbatas itu bahkan memaksanya untuk mengonsumsi makanan yang kurang layak seperti nasi bulgur berbau menyengat.
Bekal Integritas Pelayan Publik

Program pelatihan dasar ini telah berjalan lebih dari tiga bulan dan diikuti oleh peserta dari berbagai instansi daerah. Kepala BPSDM Kalimantan Timur Nina Dewi merasa bangga karena seluruh peserta berhasil mencetak tingkat kelulusan sempurna seratus persen.
Ia menyebut seluruh pegawai baru ini telah ditempa dengan nilai dasar kedisiplinan selama masa pendidikan yang menguras tenaga. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kecakapan teknis melainkan juga mental melayani masyarakat dan semangat nasionalisme yang tinggi.
Penghargaan khusus juga diberikan kepada para lulusan terbaik dari setiap angkatan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Para abdi negara yang baru lulus ini diharapkan mampu menghadapi berbagai dinamika di lapangan termasuk urusan penyesuaian kesejahteraan.
Cerita masa lalu bupati diharapkan menjadi pengingat agar para pegawai ini tidak mudah mengeluh dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat. Ardiansyah menegaskan bahwa himpitan kondisi di masa lalu memaksanya untuk menelan makanan apa saja demi menyambung hidup.
“Terpaksa harus dimakan sebab kalau tidak dimakan ya kelaparan,” kenang Ardiansyah.






