TRIBUN KALTIM – Masyarakat perlu memahami perbedaan tindakan penyelamatan diri antara banjir biasa dan banjir bandang untuk meminimalisir risiko korban jiwa. Penanganan yang salah saat menghadapi air kiriman yang datang tiba-tiba bisa berdampak fatal bagi keselamatan keluarga pada Minggu (28/12/2025).
Pada situasi banjir biasa di mana air naik secara perlahan masyarakat diminta untuk segera menaikkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Selain mengamankan harta benda warga juga diwajibkan mematikan aliran listrik dan gas untuk mencegah terjadinya korsleting atau ledakan.
Pantau terus ketinggian air dan segera bersiap evakuasi dengan membawa tas siaga bencana.
Berbeda dengan banjir biasa banjir bandang memiliki karakter yang jauh lebih berbahaya karena datang secara mendadak dengan arus yang sangat deras. Banjir jenis ini biasanya dipicu oleh hujan ekstrem di wilayah hulu dan seringkali membawa material berbahaya seperti batu, lumpur, hingga potongan kayu.
Masyarakat harus waspada jika mendengar suara gemuruh dari arah sungai meskipun cuaca di lingkungan sekitar sedang cerah. Hujan lebat di wilayah hulu merupakan tanda bahaya bagi warga yang tinggal di wilayah hilir atau sekitar bantaran sungai.
Ingat bahwa cuaca cerah di hilir bukan berarti posisi anda aman dari ancaman.
Jika tanda-tanda banjir bandang mulai terlihat jangan membuang waktu untuk menyelamatkan barang-barang yang berat. Tindakan paling krusial adalah segera mematikan aliran listrik serta gas lalu secepat mungkin mengambil tas siaga dan menjauh dari area sungai.
Segera ambil tas siaga dan menjauh dari sungai sekarang juga.






